MERAHPUTIH I SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya memperkuat ekonomi kerakyatan dengan menggandeng sektor perhotelan. Komitmen itu ditandai lewat penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama (NKB) antara Pemkot Surabaya dan 38 hotel, yang digelar di Lobby Balai Kota Surabaya, Jumat (6/2/2026).
Kerja sama bertajuk Peningkatan Perekonomian Melalui Pemenuhan Kebutuhan Usaha dan Tenaga Kerja pada Hotel ini menempatkan UMKM serta warga lokal sebagai pemasok utama kebutuhan operasional hotel, mulai bahan pangan hingga perlengkapan kamar.
Baca juga: Wali Kota Surabaya Lantik Duta Pancasila Paskibraka 2025–2029
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, investasi yang masuk ke Surabaya harus memberi dampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci pemulihan dan peningkatan okupansi hotel pascapandemi.
“Hotel tidak boleh berdiri sendiri. Harus memberi manfaat bagi warga sekitar. Kita ingin UMKM Surabaya naik kelas dan ekonomi bergerak bersama,” ujar Eri.
Dalam kesepakatan tersebut, hotel berkomitmen menyerap berbagai kebutuhan logistik dari UMKM lokal, seperti daging ayam dan sapi, telur, sayuran, buah-buahan, hingga produk nonpangan seperti slipper. Potensi serapan per bulan mencapai puluhan ton bahan pangan dan puluhan ribu unit perlengkapan hotel.
Eri menilai besarnya kebutuhan ini sebagai peluang strategis bagi UMKM Surabaya untuk berkembang. Ia pun meminta dinas terkait memastikan kualitas produk UMKM melalui kurasi dan pelatihan agar sesuai standar industri perhotelan.
Baca juga: 543 Mahasiswa Untag Surabaya Terima Beasiswa Pemkot, Perkuat Agenda Satu KK Satu Sarjana
“Negara harus hadir. Warga miskin harus kita bantu supaya produknya layak masuk pasar hotel,” tegasnya.
Langkah ini, lanjut Eri, juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menekan angka kemiskinan melalui penguatan ekonomi berbasis rakyat.
Sementara itu, Ketua PHRI Jawa Timur Puguh Sugeng Sutrisno mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia menyebut dukungan Pemkot, termasuk revisi UMSK Surabaya 2026, memberi ruang bagi hotel untuk menjaga stabilitas usaha dan memperluas kemitraan dengan UMKM.
Baca juga: UMKM Jateng Unjuk Gigi di Inacraft 2026
“Sinergi ini saling menguatkan, hotel bisa tumbuh, UMKM ikut bergerak,” ujarnya.
Penandatanganan NKB ini merupakan tahap awal yang melibatkan hotel bintang dua hingga lima. Pemkot memastikan kolaborasi akan diperluas seiring kesiapan pasokan dari pelaku usaha lokal. (sub))
Editor : Redaksi