Debut Castel–Kurzawa di Tengah Ujian Berat, Hodak Minta Waktu untuk Adaptasi

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH BANDUNG – Langkah PERSIB Bandung di pentas Asia kembali mendapat ujian berat. Bertanding pada leg pertama babak 16 Besar AFC Champions League Two 2025/26, Maung Bandung harus mengakui keunggulan tuan rumah Ratchaburi FC dengan skor 0-3 di Stadion Ratchaburi, Rabu (11/2/2026).

Di balik kekalahan tersebut, ada satu momen yang menyita perhatian publik. Dua dari tiga rekrutan anyar PERSIB, Sergio Castel dan Layvin Kurzawa, menjalani debut resmi mereka bersama tim kebanggaan Bobotoh. Keduanya diturunkan pada babak kedua saat PERSIB berupaya mengejar ketertinggalan.

Baca juga: Mimpi yang Tertunda di Ratchaburi, Asa Masih Menyala di Bandung

Meski belum mampu mengubah keadaan, kehadiran Castel dan Kurzawa menjadi sinyal awal proyek penyegaran skuad yang tengah dibangun pelatih Bojan Hodak.

Bojan Hodak tak menampik bahwa performa kedua pemain tersebut belum maksimal. Namun, pelatih asal Kroasia itu menilai situasi tersebut sangat wajar mengingat Castel dan Kurzawa baru bergabung dan belum sepenuhnya menyatu dengan pola permainan tim.

“Keduanya adalah pemain baru. Jadi, tentu saja mereka butuh waktu untuk menyatu dengan pemain lainnya. Itu hal yang normal,” ujar Hodak dalam konferensi pers usai pertandingan.

Castel yang diplot sebagai tambahan daya gedor di lini depan, serta Kurzawa yang diharapkan memperkuat sektor pertahanan, memang belum tampil selama 45 menit penuh. Intensitas pertandingan yang tinggi serta tekanan dari tuan rumah menjadi tantangan tersendiri bagi keduanya.

Hodak menegaskan, adaptasi tak hanya soal fisik, tetapi juga pemahaman taktik dan chemistry antarpemain. Dalam kompetisi selevel Asia, detail kecil bisa menentukan hasil akhir.

Baca juga: PERSIB Tanpa Tiga Pilar di Ratchaburi, Hodak Tetap Optimistis Bidik Kemenangan

Walau hasil akhir tak memihak PERSIB, Hodak tetap melihat sisi positif dari debut dua pemain barunya itu. Ia percaya kualitas individu Castel dan Kurzawa tidak perlu diragukan.

“Keduanya memiliki potensi untuk bermain di skuad utama dan pastinya mereka bisa membantu tim,” tegasnya.

Optimisme tersebut menjadi modal penting jelang leg kedua. PERSIB membutuhkan kemenangan dengan selisih minimal tiga gol untuk menjaga asa lolos ke perempat final. Artinya, kontribusi maksimal dari seluruh elemen tim, termasuk para wajah baru, sangat dibutuhkan.

Baca juga: PERSIB Tebar Optimisme di Ratchaburi, Misi Curian Gol di Tanah Thailand

Kekalahan di Ratchaburi menjadi pekerjaan rumah besar bagi PERSIB. Konsistensi lini belakang, efektivitas serangan, serta koordinasi antarlini harus segera dibenahi. Di sisi lain, proses integrasi pemain baru juga tak bisa dipaksakan secara instan.

Namun dalam sepak bola, momentum bisa berubah cepat. Leg kedua akan menjadi panggung pembuktian, bukan hanya bagi tim secara keseluruhan, tetapi juga bagi Castel dan Kurzawa untuk menunjukkan kapasitas sesungguhnya.

Bagi Bobotoh, harapan belum padam. Perjalanan masih panjang, dan Maung Bandung masih memiliki kesempatan untuk membalikkan keadaan di hadapan publik sendiri.(ban)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru