Jelang Angkutan Lebaran 2026, Dishub Jatim Matangkan Ramp Check dan Kesiapan Pengemudi

harianmerahputih.id
Farid Susanto, Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dishub Jatim

MERAHPUTIH I SURABAYA – Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub) mulai memanaskan mesin persiapan menjelang Angkutan Lebaran 2026 atau 1447 Hijriah. Fokusnya tak hanya pada kelancaran arus mudik, tetapi juga penguatan aspek keselamatan, kelayakan armada, hingga kesiapan fasilitas pendukung bagi jutaan pemudik yang diperkirakan bergerak lintas daerah.

Langkah tersebut segera ditindaklanjuti oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur (Dishub Jatim) dengan memperketat pengawasan armada serta memastikan kesiapan prasarana lalu lintas jalan di seluruh wilayah provinsi.

Baca juga: Gus Halim Tegaskan Pemilihan Lewat DPRD, PKB di Posisi Paling Strategis

Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dishub Jatim, Farid Susanto, menegaskan bahwa salah satu agenda utama saat ini adalah pelaksanaan ramp check atau pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan angkutan umum.

“Persiapannya ya mungkin di kegiatan ramp check. Jadi menghadapi masa mudik Lebaran 1447 Hijriah ini, disiapkan armada yang memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. Juga mengecek kesiapan prasarana lalu lintas jalan yang ada di seluruh wilayah Jawa Timur. Kita cek ulang fungsi-fungsinya sehingga pada masa angkutan Lebaran nanti bisa mendukung kelancaran arus lalu lintas,” ujarnya.

Ramp check yang dilakukan tidak hanya menyasar kondisi fisik kendaraan. Pemeriksaan juga mencakup kelengkapan administrasi dan kesiapan pengemudi. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari sistem pengawasan terpadu demi menekan risiko kecelakaan selama arus mudik dan balik Lebaran.

Menjawab pertanyaan mengenai kesiapan kru dan sopir angkutan, Farid menegaskan bahwa pengemudi menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian pemeriksaan.

“Driver itu adalah satu rangkaian dari kegiatan ramp check, ya. Jadi ada kegiatan pemeriksaan kendaraan, pemeriksaan pengemudi, termasuk administrasinya,” jelasnya.

Ia menambahkan, penguatan pengawasan ini telah dikoordinasikan bersama jajaran kepolisian, khususnya dengan Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim).

Baca juga: Rakernas Pergunu–JKSN di Pesantren Amanatul Ummah, Konsolidasi Ulama dan Pemerintah Perkuat Arah Kebangsaan

“Sudah digagas dengan Bapak Dirlantas Polda Jatim pada waktu rapat kesiapan operasi kesiapan Sadar Keselamatan. Jadi di sana poin-poin yang akan dilakukan penertiban adalah menjelang masa angkutan Lebaran. Jadi prasarananya, pengemudinya, administrasinya, itu,” tegasnya.

Dengan sinergi tersebut, Dishub Jatim berharap tidak ada lagi kendaraan angkutan umum yang beroperasi tanpa memenuhi standar keselamatan, baik dari sisi teknis maupun kelengkapan dokumen.

Sementara itu, terkait potensi kepadatan arus mudik, Dishub Jatim masih menunggu rilis resmi dari Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub. Data tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun skema rekayasa lalu lintas dan distribusi armada.

“Kalau saat ini belum. Kami masih menunggu dari prediksi Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan. Di sana nanti dirilis berapa orang diprediksi mudik ke Jawa Timur, termasuk juga Jawa Timur ini juga mengeluarkan pemudik berapa juta,” kata Farid.

Baca juga: Rakernas Pergunu–JKSN di Surabaya, Khofifah: Rumah Besar Santri Harus Menyejukkan Bangsa

Menurutnya, hasil survei BKT akan menjadi pijakan penting dalam menentukan langkah-langkah strategis, termasuk pengaturan jalur alternatif, penempatan posko, hingga koordinasi lintas instansi di titik-titik rawan kepadatan.

Penguatan layanan transportasi Lebaran tahun ini disebut menjadi prioritas nasional. Pemerintah ingin memastikan pengalaman mudik yang aman, nyaman, dan tertib bagi masyarakat. Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan mobilitas tertinggi setiap musim mudik dipastikan menjadi perhatian khusus.

Dengan persiapan lebih dini melalui ramp check, koordinasi lintas sektor, serta menunggu prediksi resmi jumlah pemudik, Dishub Jatim optimistis arus Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan lebih terkendali.

Bagi masyarakat, imbauan untuk memilih angkutan resmi dan memastikan kondisi kesehatan sebelum bepergian juga terus digaungkan. Sebab pada akhirnya, kelancaran mudik bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat yang turut meramaikan perjalanan pulang ke kampung halaman. (dpr) 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru