MERAHPUTIH I JAKARTA - Atmosfer panas dipastikan menyelimuti Jakarta International Stadium pada Jumat (20/2/2026) pukul 20.30 WIB. Stadion megah di utara ibu kota itu kembali menjadi panggung bagi Persija Jakarta yang akan menjamu rival tangguh asal Sulawesi Selatan, PSM Makassar, dalam lanjutan pekan ke-22 Super League 2025/2026.
Laga ini bukan sekadar pertandingan rutin kompetisi. Ada bara yang belum padam sejak putaran pertama, ketika Macan Kemayoran dipaksa menyerah 0-2 di Makassar. Kekalahan itu masih membekas, menjadi catatan yang ingin segera ditebus di hadapan puluhan ribu Jakmania.
Baca juga: PERSIB Geser Latihan ke Malam Hari, Hodak Jaga Intensitas di Bulan Ramadan
Namun lebih dari sekadar balas dendam, tiga poin menjadi harga mati. Persija tengah memburu posisi terbaik di papan klasemen. Setiap laga kini bernilai final, setiap poin menjadi penentu arah perjalanan musim.
Persiapan dilakukan dengan detail. Dalam sepekan terakhir, tim pelatih memfokuskan pembenahan di semua lini. Sektor pertahanan yang sempat goyah dievaluasi agar lebih disiplin dan rapat dalam menjaga ruang. Transisi di lini tengah diasah supaya aliran bola lebih terkontrol dan tak mudah dipatahkan lawan. Sementara di depan, efektivitas menjadi kata kunci, tak ada lagi peluang yang terbuang percuma.
“Semuanya berjalan normal. Kami punya tim yang sangat termotivasi untuk pertandingan besok. Kami harapkan pertandingan dapat berjalan menarik dan dapat tiga poin,” ujar Mauricio Souza, pelatih Persija dalam konferensi pers jelang laga.
Optimisme itu tak datang tanpa alasan. Secara permainan, Persija menunjukkan progres signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Intensitas latihan ditingkatkan, komunikasi antarlini diperbaiki, dan variasi serangan terus dikembangkan.
Meski demikian, Persija tidak tampil dalam komposisi ideal. Bek sekaligus kapten tim, Rizky Ridho, harus menepi akibat akumulasi kartu kuning. Absennya sang pemimpin lini belakang jelas menjadi kehilangan penting, mengingat perannya sebagai pengatur ritme dan penjaga stabilitas pertahanan.
Di sektor lain, Paulo Ricardo juga dipastikan absen karena cedera hamstring yang didapat saat menghadapi Bali United pekan lalu. Kondisi ini menambah daftar pekerjaan rumah bagi tim pelatih.
Situasi kian menantang karena Hanif Sjahbandi masih dalam masa pemulihan cedera yang diperkirakan memakan waktu sekitar empat pekan. Hanif sebelumnya sudah lebih dulu menepi, sehingga opsi di lini tengah pun harus disusun ulang.
Baca juga: Misi Tiga Poin Bajol Ijo di Jepara: Rivera Siap Kendalikan Irama, Persebaya Pantang Terpeleset
Namun Mauricio menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan alasan untuk menurunkan ambisi.
“Kami akan mencoba menurunkan formasi terbaik yang bisa kami siapkan. Ini adalah momen bagi tim untuk menunjukkan kualitas yang kami miliki. Situasi pemain yang absen memang tidak bisa kami ubah, itu adalah fakta yang harus kami terima. Karena itu, kami harus mencari solusi dari dalam tim,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kepercayaan terhadap kedalaman skuad menjadi kunci.
“Siapa pun pemain yang saya turunkan nanti, saya memiliki kepercayaan penuh kepada mereka. Saya yakin setiap pemain siap memberikan yang terbaik untuk tim.”
Baca juga: Musim yang Terhenti Lebih Cepat: Adam Przybek dan Ujung Jalan di Persib
Pertemuan Persija dan PSM selalu menghadirkan tensi tinggi. Dua tim dengan sejarah panjang dan basis suporter besar itu kerap menyuguhkan duel keras, cepat, dan penuh determinasi.
Di atas kertas, laga diprediksi berjalan ketat. PSM datang dengan reputasi sebagai tim yang solid dan disiplin. Sementara Persija mengandalkan agresivitas permainan kandang dan dukungan penuh suporter.
JIS akan kembali menjadi saksi apakah Macan Kemayoran mampu menghapus luka lama sekaligus menjaga asa di jalur persaingan papan atas. Di tengah keterbatasan komposisi, mentalitas dan karakter tim akan diuji.
Bagi Persija, ini bukan sekadar soal tiga angka. Ini tentang harga diri, konsistensi, dan pembuktian bahwa mereka layak berada di barisan terdepan perburuan gelar musim ini.(jak)
Editor : Redaksi