Rekonstruksi Total, Bukan Tambal Sulam: Pemprov Jatim Kebut Perbaikan Jalan Rusak di Kasian–Puger Jember

harianmerahputih.id
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak

MERAHPUTIH I JEMBER - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat perbaikan infrastruktur jalan provinsi yang mengalami kerusakan. Salah satu fokus penanganan saat ini berada di ruas Kasian–Puger, Kabupaten Jember, yang dinilai membutuhkan langkah perbaikan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, turun langsung memantau proses pendataan dan penanganan jalan rusak bersama Dinas PU Bina Marga Jatim. Ia menegaskan bahwa metode yang digunakan pada ruas Kasian–Puger adalah rekonstruksi parsial, yakni perbaikan struktural yang menyasar lapisan dasar jalan.

Baca juga: 54 Posko THR Disiagakan, Pemprov Jatim Siap “Tagih” Kewajiban Pengusaha

“Untuk ruas Kasian–Puger di Jember, kami menggunakan metode rekonstruksi parsial. Jadi bukan sekadar tambal menambal. Lapisan fondasi dikupas sedalam 20 hingga 40 sentimeter, kemudian diganti dengan agregat kelas A dan dilapisi aspal CPHMA,” ujar Emil, Rabu (25/2).

Menurutnya, metode tersebut diterapkan pada titik-titik yang telah mengalami deformasi atau perubahan bentuk struktur jalan akibat beban berlebih dan faktor cuaca. Kerusakan di ruas ini tergolong berat dan mendesak untuk segera ditangani karena tingginya intensitas kendaraan, khususnya angkutan bermuatan besar.

Dari total sekitar 1.650 kilometer jalan yang menjadi kewenangan provinsi, kawasan sekitar Kencong dan Puger disebut memiliki tantangan tersendiri. Tingginya lalu lintas kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas menjadi salah satu faktor utama kerusakan jalan.

Meski demikian, aktivitas pengangkutan tetap diperbolehkan berdasarkan kesepakatan antara warga, pemerintah kabupaten, dan pelaku usaha, sembari dilakukan peningkatan kualitas jalan secara bertahap.

Emil menjelaskan, dalam beberapa waktu terakhir muncul kembali aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan yang memburuk. Menanggapi hal tersebut, Pemprov Jatim melakukan modifikasi sistem perawatan rutin. Jika sebelumnya penanganan lebih banyak menggunakan metode patching atau tambal lubang, kini dilakukan pengupasan ulang lapisan aspal dan fondasi pada titik-titik tertentu.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, Dinas PU Bina Marga, dan pihak kepolisian untuk menyisir ruas jalan tersebut. Jika ditemukan lubang atau gelombang yang belum tertangani, arus lalu lintas akan dibatasi sementara demi keselamatan pengguna jalan dan percepatan perbaikan,” jelasnya.

Baca juga: Mudik Aman 2026, Pemprov Jatim Siapkan 11.000 Kursi Gratis untuk Warga

Ia turut mengapresiasi peran aktif masyarakat Jawa Timur yang terus memberikan laporan dan masukan terkait kondisi jalan rusak. Emil memastikan, jika jalan tersebut berstatus jalan provinsi, maka penanganan akan segera dilakukan. Sementara untuk jalan nasional, koordinasi dilakukan dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa-Bali.

Sebagai contoh, Emil menyinggung ruas Mojoagung–Peterongan–Lingkar Jombang yang belakangan menjadi sorotan publik di media sosial akibat banyaknya lubang. Ruas tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat.

“Apresiasi kepada BBPJN Ditjen Bina Marga, Kementerian PU yang telah merespons aspirasi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas penanganan ruas nasional Mojoagung–Peterongan–Lingkar Jombang,” ungkap Emil.

Ia menyebut, dalam sehari jumlah lubang di ruas tersebut bahkan bisa bertambah hingga 60 titik. Kondisi itu dipengaruhi usia jalan yang telah mendekati sembilan tahun sejak dibangun pada 2017, serta curah hujan yang relatif tinggi dibanding wilayah lain di Jawa Timur.

Baca juga: Resmikan Permata Jatim di Kepuhanyar, Khofifah Dorong Transformasi Kawasan Kumuh Terpadu

Untuk mempercepat penanganan, tim penambal lubang telah dilipatgandakan. Selain itu, dalam jangka panjang akan dilakukan overlay atau pelapisan ulang sepanjang empat kilometer guna memperkuat struktur jalan agar tidak kembali rawan berlubang.

“Kami bersama bupati mengapresiasi kerja keras rekan-rekan Balai yang tetap bekerja di bulan puasa dan saat gerimis demi memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” pungkas Emil.

Dengan langkah rekonstruksi yang lebih komprehensif dan koordinasi lintas instansi, Pemprov Jatim berharap kualitas jalan provinsi dapat meningkat secara signifikan, sekaligus menjawab aspirasi masyarakat akan infrastruktur yang lebih aman dan andal.(dpr) 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru