MERAHPUTIH I SURABAYA - Di tengah sorotan publik terhadap alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang disebut-sebut memiliki peluang berkarier di luar negeri, Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menghadirkan sudut pandang berbeda. Ia justru mendorong penguatan beasiswa di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) sebagai bagian dari investasi strategis jangka panjang bangsa.
Menurut senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut, polemik mengenai LPDP semestinya tidak dipandang secara sempit sebagai isu bekerja di luar negeri atau tidak. Ia menilai, substansi utamanya adalah bagaimana negara memastikan dana publik yang digelontorkan untuk pendidikan benar-benar kembali dalam bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Momentum ini harus menjadi refleksi bersama bahwa beasiswa negara adalah investasi jangka panjang untuk kepentingan bangsa,” ujar Lia dalam keterangannya, Rabu (25/2).
Ia pun secara khusus berharap agar Kemenag meningkatkan kuota beasiswa, terutama bagi mahasiswa di perguruan tinggi keagamaan Islam. Bagi Lia, akses pendidikan tinggi berbasis agama memiliki peran penting dalam memperkuat fondasi moral dan intelektual generasi muda Indonesia.
Pengalaman pribadinya menjadi bukti konkret. Lia mengaku pernah merasakan manfaat beasiswa saat menempuh pendidikan magister serta memperoleh bantuan penyelesaian studi doktoral. Dukungan tersebut, katanya, menjadi titik krusial yang mengantarkannya meraih gelar doktor.
“Saya berharap Kemenag RI makin meningkatkan kuota beasiswanya. Karena saya pernah merasakan menerima beasiswa sewaktu magister dan bantuan penyelesaian kuliah S3. Sehingga keduanya mengantarkan saya ke jenjang doktoral,” tuturnya.
Ia menggambarkan bantuan pendidikan itu bukan sekadar dukungan finansial, melainkan juga dorongan moral dan spiritual. “Keberkahan yang saya rasakan ini, tentu saya harapkan bisa juga dirasakan orang lain,” tambahnya.
Di sisi lain, Lia tetap menegaskan pentingnya komitmen pengabdian bagi penerima beasiswa negara, termasuk LPDP. Ia berpandangan bahwa setelah menyelesaikan studi, para alumni seharusnya kembali ke Tanah Air untuk mewariskan ilmu dan pengalaman yang diperoleh.
Baca juga: Pasar Murah Pemprov Jatim Diserbu Warga, Ning Lia: Hadirkan Multiplier Effect dan Keberkahan Ramadan
“Namun setelah lulus, seharusnya fokus di dalam negeri dengan tujuan mewariskan ilmu dan semangat kepada generasi di bawahnya,” tegasnya.
Menurutnya, dana LPDP yang bersumber dari keuangan negara pada hakikatnya adalah amanah publik. Oleh sebab itu, manfaatnya harus kembali dirasakan oleh masyarakat luas. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan meraih beasiswa bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab sosial yang lebih besar.
“Ketika impian meraih beasiswa tercapai, maka pulanglah. Dana yang digunakan berasal dari publik, sehingga manfaatnya harus kembali kepada publik,” ujarnya.
Meski demikian, Lia tidak menampik bahwa pendidikan luar negeri memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter mahasiswa Indonesia. Ia menyebut pengalaman menjadi minoritas di negeri orang dapat melatih daya juang, adaptasi, serta kreativitas.
Baca juga: Satu Tahun Konsistensi Khofifah-Emil, Lia Istifhama: Potret Kepemimpinan Paripurna di Jawa Timur
“Beasiswa LPDP adalah impian mahasiswa. Sangat wajar jika menimba ilmu dari pendidikan luar negeri untuk membentuk karakter yang struggle, adaptif sebagai minoritas di tengah mayoritas, dan inventif,” jelasnya.
Dalam konteks itu, Lia memandang peningkatan kuota beasiswa Kemenag akan menjadi “oase” bagi perguruan tinggi di bawah naungan kementerian tersebut maupun kampus berbasis Islam secara umum. Ia menilai pendidikan keagamaan memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional karena menyentuh dimensi etika dan karakter.
“Bagaimanapun agama adalah pondasi negara Indonesia. Sehingga agama harus mendapatkan ruang istimewa,” tandasnya.
Bagi Lia, polemik LPDP semestinya menjadi pintu masuk untuk memperkuat komitmen negara dalam memperluas akses pendidikan, bukan sekadar perdebatan soal orientasi kerja alumni. Ia menekankan bahwa negara perlu hadir lebih luas, baik melalui LPDP maupun skema beasiswa Kemenag agar lebih banyak anak bangsa memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi dan kembali membangun Indonesia dengan ilmu serta integritas. (dpr)
Editor : Redaksi