Negara Berkabung, Merah Putih Setengah Tiang untuk Pengabdian Panjang Try Sutrisno

harianmerahputih.id

MEREAHPUTIH I JAKARTA - Duka menyelimuti bangsa Indonesia. Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, berpulang pada usia 90 tahun, Senin (2/3/2026) pukul 06.58 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta. Kepergian purnawirawan jenderal TNI itu menandai berakhirnya satu bab penting dalam perjalanan sejarah bangsa, sekaligus menghadirkan gelombang penghormatan dari seluruh penjuru Tanah Air.

Sebagai bentuk penghargaan tertinggi atas jasa dan pengabdian almarhum, pemerintah menetapkan pengibaran Bendera Merah Putih setengah tiang selama tiga hari berturut-turut, terhitung mulai 2 hingga 4 Maret 2026. Penetapan tersebut sekaligus menandai periode Hari Berkabung Nasional.

Baca juga: JCI Nusantara Tutup 2025 dengan Nuansa Budaya, Mantapkan Langkah Menuju Program Nasional 2026

Instruksi resmi disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi melalui Surat Nomor: B-02/M/S/TU.00.00/03/2026 yang diteken pada 2 Maret 2026. Surat itu ditujukan kepada pimpinan lembaga negara, para menteri Kabinet Merah Putih, Gubernur Bank Indonesia, Jaksa Agung, Panglima Tentara Nasional Indonesia, Kapolri, pimpinan lembaga pemerintah nonkementerian dan nonstruktural, kepala daerah se-Indonesia, pimpinan BUMN/BUMD, hingga kepala perwakilan RI di luar negeri.

“Dimohon untuk mengibarkan Bendera Negara setengah tiang di seluruh pelosok tanah air selama tiga hari berturut-turut terhitung mulai tanggal 2 sampai dengan 4 Maret 2026,” demikian petikan surat Mensesneg.

Lebih lanjut, dalam kurun waktu yang sama, pemerintah menyatakan 2–4 Maret 2026 sebagai Hari Berkabung Nasional. Penetapan ini menjadi simbol penghormatan kolektif bangsa terhadap sosok yang telah mengabdikan hidupnya bagi negara, baik melalui jalur militer maupun pemerintahan.

Try Sutrisno dikenal sebagai figur militer yang meniti karier dari bawah hingga mencapai pucuk kepemimpinan. Sebelum menjabat Wakil Presiden periode 1993–1998 mendampingi Presiden saat itu, ia menorehkan perjalanan panjang di tubuh TNI, termasuk sebagai Panglima ABRI.

Baca juga: JCI Nusantara Tutup 2025 dengan Nuansa Budaya, Mantapkan Langkah Menuju Program Nasional 2026

Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Presiden ke-6 RI, Try berperan dalam dinamika politik dan pembangunan nasional di era yang penuh tantangan. Sosoknya kerap digambarkan sebagai perwira tegas, disiplin, dan menjunjung tinggi loyalitas pada negara.

Kepergiannya bukan hanya kehilangan bagi keluarga besar TNI, tetapi juga bagi bangsa Indonesia yang menyaksikan langsung kiprah panjangnya di panggung pengabdian publik.

Sejak kabar wafatnya tersebar, ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai kalangan, pejabat negara, tokoh masyarakat, hingga warga biasa. Di berbagai daerah, pengibaran bendera setengah tiang mulai dilakukan sebagai wujud duka cita dan penghormatan.

Baca juga: Dido dan Galih Terpilih, PFI Pusat Siap Tingkatkan Marwah Profesi Pewarta Foto

Di lingkungan pemerintahan pusat dan daerah, suasana khidmat tampak menyertai pelaksanaan instruksi tersebut. Bendera Merah Putih berkibar setengah tiang di kantor-kantor pemerintahan, markas militer, institusi pendidikan, hingga perwakilan RI di luar negeri.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa jasa para pemimpin bangsa tidak pernah lekang oleh waktu. Negara hadir untuk memberi penghormatan, sementara rakyat mengenang dedikasi yang telah ditorehkan.

Selama tiga hari ke depan, Merah Putih berkibar lebih rendah dari biasanya—bukan sebagai tanda kelemahan, melainkan simbol hormat dan doa. Bangsa Indonesia menundukkan kepala, mengenang perjalanan panjang seorang putra terbaik yang telah kembali ke pangkuan Ilahi.(red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru