MERAHPUTIH I SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta agar rangkaian pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional 2026 menonjolkan kekayaan budaya khas Jawa Tengah. Pasalnya, provinsi tersebut dipercaya menjadi tuan rumah ajang MTQ Nasional yang akan digelar pada 11–20 September 2026.
Menurut pria yang akrab disapa Gus Yasin itu, unsur budaya lokal perlu ditampilkan sejak malam ta’aruf, pembukaan hingga penutupan kegiatan. Karena itu, keterlibatan para seniman daerah dinilai penting untuk memperkuat identitas Jawa Tengah dalam perhelatan nasional tersebut.
Baca juga: Pemprov Jateng Siapkan 308 GPM, Tekan Lonjakan Harga Jelang Ramadan
Ia menjelaskan, pusat kegiatan MTQ Nasional XXXI akan dipusatkan di Semarang. Pemerintah juga menyiapkan sejumlah titik kedatangan untuk menyambut para kafilah, di antaranya Bandara Jenderal Ahmad Yani, Bandara Adi Soemarmo, serta dua stasiun utama di Kota Semarang yaitu Stasiun Semarang Tawang dan Stasiun Semarang Poncol.
Baca juga: Relokasi Warga Terdampak Tanah Gerak di Tegal Dipercepat
Gus Yasin juga meminta agar tema dan maskot MTQ disosialisasikan hingga ke 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, termasuk wilayah perbatasan. Langkah ini diharapkan dapat membangun antusiasme masyarakat dalam menyambut perhelatan nasional tersebut.
Diperkirakan sekitar 7.000 peserta dari 37 provinsi akan terlibat dalam kegiatan ini. Pembukaan MTQ dijadwalkan berlangsung di Lapangan Pancasila Simpang Lima pada 12 September 2026 dan rencananya akan dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Kegiatan pembukaan akan diawali dengan Pawai Ta’aruf dengan rute dari Balaikota menuju Gubernuran.
Baca juga: UMKM Jateng Unjuk Gigi di Inacraft 2026
Sementara itu, logo dan maskot MTQ Nasional 2026 mengusung ikon Tugu Muda. Maskot bernama Saqa yang bermakna Sahabat Qurani, sedangkan logonya memadukan unsur Tugu Muda, kitab Al-Qur’an, masjid agung, gunungan dan sulur, pusaka keris, serta bintang bercahaya dengan lima ruas yang melambangkan rukun Islam.(red)
Editor : Redaksi