RSUA Fokus Perbaikan Layanan

harianmerahputih.id
Nakes yang dituntut selalu ready sebagai garda terdepan. Foto: Zul/HMP

MERAH PUTIH|SURABAYA - Melonjaknya angka pasien terjangkit Covid-19 di Jatim membuat Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) melakukan penataan ulang dan optimalisasi pelayanan bagi pasien.

Sehingga, pihak RSUA menutup layanan sementara bagi pasien Covid-19. Tidak hanya itu, ITD  (Institute of Tropical Disease) Unair atau Lembaga Penyakit Tropis  UNAIR yang menjadi tempat pengujian sampel Covid-19, untuk sementara hanya menerima sampel dari RSUA saja. 

Baca juga: Rektor Unair : Lima Obat Kombinasi Efektif Atasi Covid-19

Mengenai hal tersebut, Rektor UNAIR Prof. Moh Nasih, mengatakan, penutupan sementara RSUA dan ITD merupakan bagian dari pihaknya untuk melakukan perbaikan dan penataan internal. Tercatat, ada 100 lebih pasien yang sedang dalam perawatan di RSUA. Hal itu, semakin hari terus bertambah. Karena keterbatasan bed yang RSUA miliki, tentu kebijakan penutupan sementara mereka putuskan.

 

Baca juga: Di RSUA, Gubernur Khofifah Vidcon dengan Chairul Tanjung dan PT Astra

"Kami tidak ingin, dengan memaksakan untuk menerima pasien sedang kapasitas bed tidak ada. Hal ini, justru akan menimbulkan masalah baru. Tidak mungkin, pasien akan dirawat seadanya atau bahkan kami taruh di IGD," ujarnya Prof. Moh Nasih

Untuk itu, menurut Nasih, penutupan sementara ini merupakan ikhtiar RSUA bersama untuk melakukan penataan internal dan penambahan fasilitas yang masih kurang. Penutupan sementara ini murni karena keterbatasan tempat tidur. Meski, saat ini juga sedang dalam proses penambahan. Semua perlu waktu dan rancangan pihak RSUA, dalam waktu dekat ada penambahan 100.

Namun, perihal penutupan sementara di ITD, hal itu juga berkaitan erat dengan keterbatasan SDM yang tersedia. "Sekali lagi, pentupan semantara ini juga bagian dari ikhtiar kami untuk menyiapkan SDM dan alat pengujian yang lebih baik lagi," jelasnya.

Jadi ke depan, pihak rumah sakit tidak ingin adanya penumpukan sampel Covid-19 yang harus menunggu lama dalam peroses pengujiannya. Ia berjanji usai penataan internal ini, pihaknya, ingin sampel yang masuk pada hari itu bisa diproses dan hasilnya segera bisa diketahui.

"Sekali lagi, tindakan dan kebijakan yang kami ambil ini, semua demi keselamatan dan kesehatan banyak pihak. Baik masyarakat maupun tenaga medis," pungkas Moh Nasih.(ton/ayn)

Editor : Ayun Rahmawati

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru