MERAHPUTIH I MALANG – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah selatan Kabupaten Malang memicu insiden ambruknya atap tiga ruang kelas di SMKN 1 Ampelgading. Peristiwa terjadi pada Sabtu malam, 28 Maret 2026 sekitar pukul 23.15 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena kondisi sekolah tengah kosong.
Kerusakan terparah terjadi pada tiga ruang kelas yakni XI APHP 1, XI APHP 2, dan XI APHP 3. Seluruh bagian atap dilaporkan runtuh, disertai kerusakan pada sebagian besar fasilitas belajar seperti meja dan kursi siswa yang tertimpa material bangunan.
Baca juga: Kinerja Jatim 2025 Tembus 98,33 Persen, Khofifah Paparkan LKPJ di DPRD
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, turun langsung meninjau lokasi pada Senin (30/3/2026). Peninjauan dilakukan usai dirinya bertindak sebagai inspektur upacara di sekolah tersebut pada pagi harinya.
Dalam keterangannya, Aries memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan meski fasilitas utama terdampak kerusakan berat. Pihak sekolah, kata dia, segera mengalihkan aktivitas pembelajaran ke ruang alternatif.
“KBM tetap berjalan menggunakan ruang yang tersedia seperti laboratorium dan aula sekolah. Ini langkah sementara agar proses belajar tidak terganggu,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini proses inventarisasi kebutuhan perbaikan tengah dilakukan oleh pihak terkait guna mempercepat penanganan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah memberikan atensi khusus terhadap peristiwa tersebut.
“Atas arahan gubernur, kami diminta segera mengambil langkah cepat penanganan perbaikan agar ruang kelas bisa kembali digunakan,” tegas Aries.
Ia menargetkan proses renovasi dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan ke depan. Untuk mendukung percepatan penanganan, tim dari BPBD Kabupaten Malang bersama masyarakat setempat turut bergotong royong membersihkan sisa material reruntuhan di lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ambruknya atap dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Tirtomarto, Kecamatan Ampelgading dalam beberapa hari terakhir. Sebelum runtuh, genteng dilaporkan mulai berjatuhan satu per satu hingga akhirnya rangka atap berbahan galvalum tidak mampu menahan beban dan roboh secara keseluruhan.
Pasca kejadian, pihak sekolah langsung melakukan langkah pengamanan dengan mensterilkan area terdampak. Pembatas dipasang di sekitar lokasi, sementara aliran listrik di area tersebut juga dimatikan guna mencegah risiko lanjutan.
Koordinasi lintas sektor pun dilakukan dengan melibatkan BPBD, kepolisian, serta TNI untuk memastikan situasi tetap kondusif dan aman bagi warga sekolah.
Tak hanya fokus pada perbaikan ruang yang rusak, Dinas Pendidikan Jawa Timur juga akan melakukan evaluasi terhadap kondisi bangunan lain di lingkungan sekolah.
Baca juga: Lia Istifhama Optimistis PSEL Jatim Jadi Role Model Nasional Pengelolaan Sampah
“Kami akan menilai kelayakan bangunan lain agar kejadian serupa tidak terulang,” tambah Aries.
Sementara itu, dampak cuaca ekstrem juga dilaporkan terjadi di wilayah lain di Jawa Timur. Di Kabupaten Probolinggo, longsor dilaporkan terjadi di SMAN 1 Sumber akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah daerah pun diharapkan terus meningkatkan mitigasi serta pemeriksaan berkala terhadap infrastruktur pendidikan demi menjamin keselamatan seluruh warga sekolah.(pps)
Editor : Redaksi