PERSIB Tahan Gempuran Bali United, Bojan Hodak: Tiga Poin Diraih Lewat Perjuangan Berat

harianmerahputih.id
Bojan Hodak

MERAHPUTIH I BANDUNG - Kemenangan dramatis 3-2 yang diraih PERSIB Bandung atas Bali United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (12/4/2026), menyisakan cerita penuh tensi tinggi di balik tiga poin yang berhasil diamankan Maung Bandung.

Pelatih Bojan Hodak tak menampik bahwa kemenangan tersebut diperoleh melalui perjuangan ekstra keras, terutama setelah timnya harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-66. Situasi itu menjadi titik balik yang mengubah ritme pertandingan secara signifikan.

Baca juga: Persebaya Dipaksa Menelan Kekalahan Telak, Evaluasi Menjadi Harga Mati

Sejak peluit awal dibunyikan, PERSIB sejatinya tampil dominan. Permainan agresif dan penguasaan bola yang solid membuat tuan rumah mampu mengendalikan jalannya laga. Bahkan, keunggulan dua gol yang sempat diraih menjadi bukti bahwa skema permainan Hodak berjalan efektif di awal pertandingan.

Namun, skenario ideal tersebut berubah drastis usai kartu merah yang diterima salah satu pemain PERSIB. Keputusan wasit itu memaksa tim tuan rumah mengubah pendekatan permainan, dari menyerang menjadi lebih bertahan demi menjaga keunggulan.

“Secara keseluruhan, sebelum kartu merah, kami mengontrol pertandingan. Kami berada dalam situasi yang sangat baik,” ujar Hodak dalam konferensi pers usai laga.

Menurut pelatih asal Kroasia tersebut, jika komposisi pemain tetap lengkap, bukan tidak mungkin PERSIB bisa mengunci kemenangan lebih cepat tanpa harus melalui tekanan berat di sisa waktu pertandingan.

Kondisi semakin menantang ketika Bali United memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Intensitas serangan meningkat, memaksa lini belakang PERSIB bekerja lebih keras. Faktor kelelahan pun mulai terlihat pada para pemain tuan rumah, yang berdampak pada dua gol yang berhasil dicetak tim lawan.

Baca juga: PERSIB Waspadai Amukan Bali United, Reijnders Prediksi Laga Sarat Emosi di GBLA

Hodak mengakui bahwa aspek fisik menjadi salah satu kendala utama di fase akhir pertandingan. “Ketika mereka bermain dengan keunggulan jumlah pemain dan kami mulai kelelahan, kami kebobolan,” ungkapnya.

Meski demikian, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap mentalitas dan daya juang para pemainnya. Dalam tekanan yang terus meningkat, PERSIB tetap mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan ini pun menjadi bukti ketangguhan Maung Bandung dalam menghadapi situasi sulit, sekaligus memperlihatkan kedewasaan tim dalam mengelola pertandingan di tengah tekanan.

Dengan tambahan tiga poin ini, PERSIB semakin memperkuat posisinya di papan klasemen. Namun, Hodak menegaskan bahwa timnya tidak boleh larut dalam euforia kemenangan.

Baca juga: PERSIB Diminta Waspada, Bali United Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi ke GBLA

Fokus kini langsung diarahkan pada laga berikutnya yang diprediksi tidak kalah menantang. Konsistensi, menurutnya, menjadi kunci utama jika PERSIB ingin terus menjaga tren positif hingga akhir musim.

“Kami bersyukur atas tiga poin ini, tapi sekarang saatnya fokus ke pertandingan selanjutnya,” tegasnya.

Kemenangan ini bukan sekadar hasil akhir, melainkan cerminan karakter tim yang mampu bertahan di tengah tekanan—sebuah modal penting bagi PERSIB dalam mengarungi ketatnya persaingan musim ini.(ban)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru