Revitalisasi Pasar Keputran Selatan Dikebut, Pemkot Siapkan Pasar Bersih dan Modern

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan inspeksi mendadak proyek revitalisasi Pasar Keputran Selatan, Selasa (12/5/2026). Penataan pasar tradisional tersebut dilakukan untuk menciptakan kawasan perdagangan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.

Dalam sidak itu, Eri menyoroti aktivitas pemotongan dan penjualan unggas hidup yang sebelumnya berlangsung di area pasar. Menurutnya, praktik tersebut sudah tidak sesuai dengan aturan pasar tradisional yang hanya memperbolehkan penjualan produk siap konsumsi, bukan hewan hidup.

Baca juga: Lia Istifhama: Program MBG Harus Utamakan Higienitas dan Pengawasan Ketat

“Dulu di sini ada tempat potong unggas juga. Sesuai aturan, pasar itu tidak boleh menjual barang hidup,” ujarnya.

Pemkot Surabaya pun memutuskan membongkar dan menata ulang kawasan pasar agar pengelolaannya lebih tertib sekaligus menghapus kesan adanya pembiaran terhadap aktivitas yang melanggar aturan.

Revitalisasi Pasar Keputran Selatan nantinya memisahkan area pasar dengan lokasi pemotongan unggas meski masih berada dalam satu kawasan. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan pasar yang lebih higienis serta mencegah pemotongan unggas sembarangan.

Selain pembenahan bangunan, Pemkot Surabaya juga menyiapkan sistem sanitasi dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) guna mengatasi limbah hasil pemotongan unggas sebelum dialirkan ke saluran umum.

Baca juga: Ratusan Siswa di Surabaya Keracunan MBG, Diduga Berasal dari Menu Olahan Daging

“Pasarnya harus bersih, tidak bau, dan pembuangan limbah wajib masuk IPAL dulu sebelum ke sungai,” kata Eri.

Konsep bangunan pasar juga dibuat lebih terbuka dengan ventilasi tambahan agar sirkulasi udara lebih baik dan pedagang merasa nyaman saat beraktivitas. Di sisi lain, penataan parkir dan jalur keluar masuk kendaraan turut dilakukan untuk mengurangi kemacetan di sekitar pasar.

Eri berharap pengerjaan revitalisasi dapat dipercepat sehingga selesai pada akhir Agustus atau awal September 2026, lebih cepat dari target awal pada akhir September.

Baca juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penertiban Operasional Pasar Tanjungsari

Sementara itu, Direktur Utama PT Pasar Surya Agus Priyo mengatakan revitalisasi Pasar Keputran Selatan menelan anggaran Rp7,7 miliar dan dikerjakan oleh kontraktor pemenang lelang.

Ia menjelaskan jumlah stan di lantai satu tetap sebanyak 324 unit. Namun, lantai dua akan dibuat dengan konsep stan los untuk menampung sekitar 50 hingga 60 pedagang baru, termasuk pedagang kaki lima (PKL).(sub)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru