Cak Kartolo Raih Memori Kolektif Bangsa, Surabaya Borong Tiga Penghargaan Nasional

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya kembali mencatat prestasi nasional di bidang kearsipan. Dalam ajang Anugerah Kearsipan 2026 yang digelar Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Jakarta, maestro ludruk Jawa Timur, Cak Kartolo resmi menerima penghargaan Registrasi Memori Kolektif Bangsa (MKB).

Tak hanya itu, Pemkot Surabaya juga memborong tiga penghargaan sekaligus, yakni Pengawasan Kearsipan Terbaik Nasional kategori pemerintah kabupaten/kota, Simpul Jaringan Terbaik Nasional 2026, serta Registrasi Memori Kolektif Bangsa untuk arsip perjalanan seni Cak Kartolo periode 1950-2025.

Baca juga: 1.000 Mitra Driver Gojek Ikuti Cek Kesehatan Gratis di RS Korpri Surabaya, Khofifah Dorong Medical Check-Up Rutin

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya, Yusuf Masruh, menyebut penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan negara atas dedikasi panjang Cak Kartolo dalam menjaga eksistensi ludruk di tengah perkembangan zaman.

“Cak Kartolo mendapat penghargaan Memori Kolektif Bangsa. Ini menjadi kebanggaan karena beliau mampu menjaga tradisi ludruk tetap hidup hingga sekarang,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).

Menurut Yusuf, kekuatan utama Cak Kartolo terletak pada kemampuannya beradaptasi tanpa meninggalkan akar budaya. Mulai dari penggunaan sistem musik digital hingga kemampuan tampil solo dalam pertunjukan ludruk menjadi ciri khas yang membuatnya tetap diminati lintas generasi.

Baca juga: Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Iduladha 2026

Tak hanya piawai di panggung, seniman berusia 81 tahun itu juga dikenal disiplin mendokumentasikan perjalanan seninya secara mandiri. Arsip berupa naskah pertunjukan, catatan kegiatan, hingga dokumentasi pertunjukan sejak era 1960-an menjadi bagian penting dalam penilaian ANRI.

“Beliau tidak punya manajer, tapi arsip dan administrasinya sangat tertata. Itu yang membuat perjalanan keseniannya memiliki nilai sejarah tinggi,” katanya.

Baca juga: Adu Tangguh Kebijakan BI vs ECB: Menjaga Rupiah, Wujud Nyata Bela Negara di Sektor Ekonomi

Usai menerima penghargaan, Cak Kartolo turut tampil membawakan jula-juli di hadapan peserta Rapat Koordinasi Nasional Kearsipan. Penampilannya mendapat sambutan hangat karena dinilai tetap relevan dengan perkembangan generasi muda.

Penghargaan tersebut sekaligus menegaskan bahwa ludruk bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan bagian penting dari memori budaya bangsa yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.(sub)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru