Kabaharkam Cek Upaya Polda Jatim terkait Covid-19

harianmerahputih.id
Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto (kiri) didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil Imran saat mengunjungi Mapolda setempat, Jumat (29/5/2020) untuk mengetahui upaya menangani COVID-19. (ANTARA/HO-Polda Jatim/WI)

MERAHPUTIH|SURABAYA-Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komisaris Jenderal Polisi Agus Andrianto mengecek berbagai upaya yang dilakukan Polda Jatim dalam membantu pemerintah menangani COVID-19 di wilayah setempat.

"Kami melaksanakan perintah Kapolri karena Jatim masuk zona merah. Kami sudah supervisi, tadi juga sudah ke Jateng dan Jatim untuk mengetahui kesulitan apa yang bisa dibantu Mabes Polri," ujarnya di Mapolda Jatim di Surabaya, Jumat.

Baca juga: Prabowo: Persatuan dan Integritas Jadi Nafas Bangsa, Mafia Harus Dibasmi hingga ke Akar

Ia mengingatkan seluruh personel di Polda Jatim terkait standar operasional prosedur petugas Polri saat menjalankan tugas, salah satunya menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar pelaksanaan.

"Ini agar optimal dalam memberikan pelayanan hingga perlindungan ke masyarakat," ucapnya.

Baca juga: Fenomena ACAB 1312: Dari Jalanan Inggris ke Media Sosial Indonesia

Pada kesempatan sama, perwira tinggi polisi berpangkat bintang tiga itu juga menyerahkan bantuan APD berupa hazmat, masker hingga alat tes cepat.

"Kami bawa bantuan dari Mabes Polri untuk digunakan di Polda Jatim dalam membantu masyarakat. Selain juga membantu sesama polda untuk bersama-sama bisa menurunkan kurva penularan COVID-19," katanya.

Baca juga: Kapolri Lakukan Rotasi Jabatan: Dua Kapolda Baru Ditunjuk, 67 Perwira Dimutasi

Ia juga mengapresiasi pembentukan kampung tangguh yang dicanangkan Polda Jatim dan berharap dengan adanya kampung tangguh bisa menurunkan kurva penyebaran COVID-19 di Jatim.

"Kami lihat Polda Jatim sudah berusaha membangun kampung tangguh, dan dari hasil pelaksanaannya kurvanya sudah mulai turun. Mudah-mudahan dengan kerja sama seluruh kabupaten kota dan masyarakat, kurvanya bisa turun dan kita bisa hidup normal," tuturnya. (her/ono)

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru