MERAHPUTIH I SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat sistem pengawasan dalam program digitalisasi parkir tepi jalan umum (TJU). Salah satu langkah terbarunya adalah memasang foto juru parkir (jukir) resmi pada rambu kawasan parkir digital yang tersebar di berbagai titik di Kota Pahlawan.
Kebijakan ini tidak hanya bertujuan memperjelas identitas petugas parkir, tetapi juga menjadi instrumen transparansi yang memungkinkan masyarakat ikut mengawasi praktik perparkiran di lapangan.
Baca juga: HJKS ke-733, Pemkot Surabaya Perkuat UMKM dan Gaungkan Nilai Pancasila
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menjelaskan bahwa pemasangan foto jukir merupakan bagian dari rangkaian program digitalisasi parkir yang tengah digencarkan Pemkot Surabaya.
"Ini merupakan bagian dari program digitalisasi parkir. Kami ingin setiap kawasan parkir digital memiliki identitas petugas yang jelas, termasuk foto jukir yang bertugas di lokasi tersebut," ujar Trio saat meninjau pemasangan foto jukir di kawasan parkir digital Taman Apsari, Rabu (3/6/2026).
Untuk mempercepat pelaksanaan program, Dishub membentuk lima tim yang diterjunkan ke seluruh wilayah Surabaya, meliputi kawasan timur, utara, pusat, selatan, dan barat. Setiap tim bertugas melakukan pendataan, verifikasi identitas, hingga pemotretan langsung terhadap petugas parkir sebelum foto dicetak dan ditempel pada rambu digital.
Prosesnya dilakukan secara berjenjang. Petugas Dishub mendatangi lokasi parkir, mengidentifikasi jukir yang bertugas, melakukan pengambilan foto, kemudian mencetak dan melaminasi hasil foto sebelum dipasang pada rambu kawasan parkir digital.
Menurut Trio, keberadaan foto tersebut akan memudahkan masyarakat untuk memastikan bahwa petugas yang menarik retribusi parkir benar-benar merupakan jukir resmi yang terdaftar.
Dengan sistem tersebut, warga dapat secara langsung mencocokkan identitas petugas yang bertugas dengan foto yang terpampang di rambu. Jika ditemukan ketidaksesuaian, masyarakat diminta segera melaporkan kepada pemerintah.
"Kami ingin masyarakat ikut mengawasi. Jika petugas yang ada di lapangan berbeda dengan foto yang terpasang di rambu, silakan ditegur atau dilaporkan melalui layanan darurat 112 maupun hotline parkir Dinas Perhubungan," tegasnya.
Baca juga: HJKS ke-733, Armuji: Surabaya Harus Tumbuh Maju Tanpa Meninggalkan Warganya
Dishub Surabaya memastikan setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti secara cepat. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menekan praktik jukir ilegal maupun penyalahgunaan atribut petugas parkir oleh pihak yang tidak memiliki kewenangan.
Trio menilai transparansi identitas petugas menjadi salah satu cara efektif untuk membangun kepercayaan publik terhadap sistem parkir digital yang sedang dikembangkan pemerintah kota.
Tidak hanya itu, ia bahkan meminta masyarakat untuk tidak melakukan pembayaran parkir apabila petugas yang berada di lokasi tidak sesuai dengan identitas yang tercantum pada rambu digital.
"Kalau petugasnya berbeda dengan foto yang terpasang, masyarakat berhak menolak membayar. Ini menjadi bagian dari pengawasan bersama agar sistem berjalan sesuai aturan," katanya.
Saat ini, Dishub menargetkan pemasangan foto petugas parkir di seluruh titik parkir digital TJU yang ada di Surabaya. Total terdapat 819 lokasi parkir digital yang akan dipasangi identitas petugas secara bertahap.
Baca juga: Sterilisasi Gratis Diserbu Warga, Pemkot Surabaya Kendalikan Ledakan Populasi Kucing Liar
Pengerjaan dipacu hingga akhir pekan dengan harapan seluruh titik dapat terselesaikan sesuai target. Jika masih terdapat lokasi yang belum terpasang, proses akan dilanjutkan pada pekan berikutnya hingga seluruh kawasan parkir digital memiliki identitas petugas yang lengkap.
Selain memperkuat pengawasan, Pemkot Surabaya juga terus mendorong masyarakat untuk beralih ke sistem pembayaran non-tunai saat menggunakan layanan parkir. Menurut Trio, keberhasilan digitalisasi parkir tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sistem pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dalam mengubah pola transaksi.
Karena itu, ia mengajak seluruh warga Surabaya untuk mendukung transformasi layanan parkir yang lebih modern, transparan, dan akuntabel dengan memanfaatkan metode pembayaran digital yang telah disediakan.
"Digitalisasi parkir tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Karena itu kami berharap warga mulai membiasakan pembayaran non-tunai agar sistem ini benar-benar memberikan manfaat bagi semua pihak," pungkasnya.(sub)
Editor : Redaksi