Disdik Jatim Gandeng HGI Research Centre, Siapkan Talenta Digital Berdaya Saing Global

harianmerahputih.id
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai bersama Wang Chen, Wakil Presiden HGI Research Centre menunjukkan dokumen LoI pendidikan vokasi.

MERAHPUTIH I SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat langkah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di era ekonomi digital. Upaya tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur dan HGI Research Centre untuk mengembangkan talenta digital berstandar internasional melalui integrasi pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri kreatif global.

Kerja sama yang menjadi bagian dari penguatan pendidikan vokasi itu diharapkan mampu membuka peluang lebih luas bagi siswa dan lulusan sekolah vokasi di Jawa Timur untuk memperoleh kompetensi yang sesuai dengan perkembangan industri digital dunia.

Baca juga: Khofifah Ajak Warga Maknai Hijrah Lewat Gaya Hidup Sehat pada Jalan Sehat 1 Muharram

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa transformasi digital telah menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah. Karena itu, dunia pendidikan harus mampu beradaptasi dengan cepat agar dapat menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja masa depan.

Menurut Aries, kolaborasi dengan HGI Research Centre dan sejumlah institusi pendidikan vokasi di Shanghai merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan vokasi di Jawa Timur.

"Industri digital kini menjadi salah satu sektor yang berkembang sangat cepat dan membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi khusus. Melalui kerja sama ini, kami ingin menyiapkan generasi muda Jawa Timur agar mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional," ujarnya dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, pengembangan talenta digital tidak cukup hanya berfokus pada penguasaan teknologi. Dunia kerja saat ini juga menuntut kemampuan komunikasi, kolaborasi lintas budaya, serta pemahaman terhadap dinamika industri global.

Karena itu, melalui kemitraan tersebut, Disdik Jatim berharap dapat menghadirkan ekosistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan industri sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih luas bagi peserta didik.

"Melalui kolaborasi dengan HGI Research Centre dan sejumlah kampus vokasi terkemuka di Shanghai, Jawa Timur berharap dapat mencetak talenta muda yang tidak hanya menguasai keterampilan digital mutakhir, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi serta berwawasan internasional demi mendukung peningkatan skala industri regional," kata Aries.

Kerja sama itu juga menjadi bagian dari upaya Jawa Timur dalam memperkuat posisi sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kreatif dan digital di Indonesia. Dengan jumlah penduduk usia produktif yang besar, provinsi ini dinilai memiliki potensi kuat untuk menjadi pemasok tenaga kerja digital yang kompetitif.

Sementara itu, Wakil Presiden HGI Research Centre, Wang Chen, menyambut positif kemitraan tersebut. Menurutnya, pendidikan vokasi yang efektif harus mampu menjembatani kebutuhan industri dengan proses pembelajaran di sekolah.

Ia menilai masih banyak lembaga pendidikan yang berfokus pada aspek teknis penggunaan perangkat atau teknologi, namun belum sepenuhnya memberikan pemahaman mengenai cara kerja industri secara menyeluruh.

Baca juga: Pemprov Jatim Pastikan Prosedur Pembagian Kupon Jalan Sehat Sudah Diterapkan Dengan Baik

"Pendidikan vokasi bukan sekadar mengajarkan penggunaan alat, tetapi membantu siswa memahami cara industri bekerja dan proyek dijalankan," ujar Wang Chen.

Menurut dia, pendekatan tersebut menjadi penting karena dunia industri saat ini membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memahami proses bisnis, manajemen proyek, serta pola kerja profesional yang berlaku secara global.

Salah satu program yang menjadi fokus pembahasan dalam kerja sama tersebut adalah penerapan model pembelajaran "Chinese + Class Skill". Model ini mengintegrasikan pembelajaran bahasa Mandarin dengan keterampilan profesional yang relevan dengan perkembangan industri kreatif modern.

Melalui pendekatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh kemampuan bahasa asing sebagai alat komunikasi internasional, tetapi juga mendapatkan kompetensi di bidang desain gim, media digital, produksi konten kreatif, hingga berbagai sektor industri berbasis teknologi.

Program tersebut dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi lulusan sekolah vokasi karena mereka memiliki kombinasi keterampilan teknis dan kemampuan komunikasi lintas negara yang semakin dibutuhkan perusahaan global.

Dalam LoI yang ditandatangani, kedua pihak juga sepakat membangun mekanisme komunikasi berkelanjutan untuk mengeksplorasi berbagai program konkret. Ruang lingkup kerja sama mencakup integrasi pendidikan dengan industri, pengembangan talenta digital, kemitraan antara sekolah dan dunia usaha, hingga program pertukaran internasional bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Baca juga: Jawa Timur dan Australia Perkuat Kemitraan Kesiapsiagaan Bencana

Tidak hanya sebatas penandatanganan dokumen kerja sama, delegasi Jawa Timur juga melakukan serangkaian kunjungan lapangan ke sejumlah institusi pendidikan vokasi unggulan di Shanghai pada 8 hingga 12 Juni 2026.

Tiga lembaga yang menjadi tujuan kunjungan adalah Shanghai Qunxing Vocational and Technical School, Shanghai Caoyang Vocational and Technical School, serta Shanghai Arts and Crafts Vocational College.

Melalui kunjungan tersebut, delegasi memperoleh kesempatan untuk mempelajari berbagai model pembelajaran vokasi yang telah terintegrasi dengan kebutuhan industri, termasuk pengembangan kurikulum berbasis proyek, pemanfaatan teknologi digital dalam proses belajar mengajar, serta pola kemitraan sekolah dengan dunia usaha.

Delegasi Jawa Timur dipimpin langsung oleh Aries Agung Paewai dan diterima oleh HGI Research Centre untuk melakukan diskusi strategis, pertukaran pengetahuan, hingga penjajakan peluang kerja sama lanjutan dengan berbagai institusi pendidikan di Shanghai.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi agar semakin relevan dengan perkembangan industri global. Dengan penguatan kolaborasi internasional, Jawa Timur berharap mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menjadi pelaku utama dalam ekonomi digital masa depan.(pps)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru