MERAHPUTIH I SURABAYA – Industri perfilman nasional kembali menghadirkan drama keluarga yang sarat pesan moral melalui film Jangan Buang Ibu. Film produksi LEO Pictures ini resmi diperkenalkan kepada publik dalam acara konferensi pers yang digelar di salah satu kafe kawasan Surabaya Barat, Kamis (18/6).
Disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu dan diproduseri oleh Agung Saputra, film berdurasi 119 menit tersebut diadaptasi dari novel populer Jangan Buang Ibu, Nak karya Wahyu Derapriyangga yang terbit pada 2014.
Baca juga: PAD Tembus 50 Persen, Pemkot Surabaya Siapkan Pencairan Gaji ke-13 ASN Secara Penuh
Film ini diperkuat deretan pemain ternama seperti Nirina Zubir, Refal Hady, Amanda Manopo, Saputra Kori, Basmalah Gralind, dan Dwi Sasono. Film tersebut dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 25 Juni 2026.
Mengusung tema yang dekat dengan kehidupan masyarakat, Jangan Buang Ibu berkisah tentang Ristyana, seorang ibu tunggal yang mengabdikan hidupnya untuk membesarkan tiga anak hingga sukses. Namun, ketika usia senja tiba, ia justru harus menghadapi kenyataan pahit saat dititipkan ke panti jompo oleh anak-anak yang selama ini menjadi pusat perjuangannya.
Pemeran utama, Nirina Zubir, menjelaskan bahwa film ini tidak sekadar menyajikan konflik keluarga, tetapi juga menggambarkan bagaimana situasi hidup dapat memengaruhi keputusan seseorang.
“Film ini mewakili banyak ibu tunggal di luar sana yang berjuang memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Tidak ada tokoh yang benar-benar jahat dalam cerita ini. Yang ada adalah situasi dan kondisi yang membuat setiap karakter harus mengambil keputusan sulit dalam hidupnya,” ujar Nirina.
Menurutnya, kekuatan cerita terletak pada kedekatan tema dengan kehidupan sehari-hari. Penonton diajak memahami bahwa hubungan keluarga membutuhkan usaha dan perhatian yang terus-menerus.
“Selama masih ada waktu dan kesempatan, banyak hal yang masih bisa diperjuangkan. Salah satunya adalah hubungan dengan keluarga. Film ini menjadi pengingat agar kita terus menjaga dan merajut kasih sayang dalam keluarga,” katanya.
Baca juga: Ratusan Mahasiswa Kepung Grahadi, Kritik Demokrasi hingga Program Pemerintah
Sementara itu, produser Agung Saputra mengatakan bahwa tema keluarga dipilih karena memiliki kedekatan emosional dengan mayoritas masyarakat Indonesia.
“Kami selalu berusaha membuat film yang relevan dengan kehidupan penonton. Cerita keluarga adalah sesuatu yang dekat dengan semua orang. Harapannya, ketika menonton film ini, masyarakat bisa merasa terhubung dengan kisah yang ditampilkan dan mengajak keluarganya datang ke bioskop,” ujarnya.
Tak hanya mendapat dukungan dari industri perfilman, film ini juga memperoleh dukungan dari dunia usaha. Salah satunya datang dari Tissue Montiss yang menjadi sponsor utama.
Perwakilan dari PT Sun Paper Source produsen Tissue Montiss, William Yaury, menyebut keterlibatan perusahaannya dalam proyek tersebut merupakan pengalaman pertama mendukung film nasional. Menurutnya, tema perjuangan seorang ibu memiliki nilai yang sangat kuat dan relevan dengan kondisi sosial saat ini.
Baca juga: Pemprov Jatim Pastikan Prosedur Pembagian Kupon Jalan Sehat Sudah Diterapkan Dengan Baik
“Kami melihat film ini menyampaikan pesan yang sangat penting tentang pengorbanan seorang ibu. Ceritanya menyentuh dan sarat nilai moral. Karena itu kami merasa bangga bisa menjadi bagian dari karya anak bangsa ini,” ungkapnya.
Selain mendukung industri kreatif nasional, pihaknya juga berharap kolaborasi tersebut dapat meningkatkan pengenalan merek kepada masyarakat luas.
“Filmnya penuh emosi dan mungkin akan membuat penonton meneteskan air mata. Jadi jangan lupa siapkan tisu saat menonton,” ujarnya sambil berseloroh.
Dengan mengangkat isu hubungan orang tua dan anak yang kerap terjadi di tengah masyarakat modern, Jangan Buang Ibu diharapkan tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur, tetapi juga menghadirkan refleksi mendalam tentang arti pengorbanan, kasih sayang, dan pentingnya menghargai orang tua selama mereka masih ada. Film ini pun berpotensi menjadi salah satu drama keluarga yang paling menyentuh di tahun 2026.(pps)
Editor : Redaksi