Anggota DPD RI Lia Istifhama: Kebebasan Berpendapat Jangan Diwarnai Anarkisme

harianmerahputih.id
Anggota DPD RI, Lia Istifhama

MERAHPUTIH I SURABAYA – Kericuhan yang terjadi dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6), menuai keprihatinan dari Anggota DPD RI, Lia Istifhama. Ia mengimbau seluruh pihak untuk tetap mengedepankan semangat guyub rukun serta menjaga ketertiban saat menyampaikan aspirasi.

Lia menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak konstitusional yang harus dihormati. Namun, menurutnya, hak tersebut tidak boleh diiringi tindakan anarkis yang merusak fasilitas umum.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Berujung Perusakan, Sekdaprov Jatim Sesalkan Kerusakan Gedung Negara Grahadi

"Saya mendukung masyarakat menyampaikan aspirasi, tetapi sangat disayangkan jika aksi harus berujung pada perusakan fasilitas publik," kata Lia, Sabtu (27/6).

Ia juga mengingatkan bahwa Gedung Negara Grahadi merupakan bangunan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi sehingga menjadi tanggung jawab bersama untuk dijaga. Menurutnya, kepedulian terhadap aset bersejarah mencerminkan kemajuan sebuah bangsa sekaligus mendukung citra Indonesia sebagai destinasi wisata.

Baca juga: Massa Aksi #IndonesiaSekarat Dibubarkan, Sejumlah Demonstran Diamankan di Depan Balai Pemuda

Selain itu, Lia mendorong aparat penegak hukum memperkuat langkah-langkah preventif agar demonstrasi tetap berlangsung aman dan tidak berkembang menjadi kerusuhan. Menurutnya, kolaborasi antara kesadaran masyarakat dan kesiapsiagaan aparat menjadi kunci menjaga ketertiban.

Sebelumnya, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menegaskan pihaknya menghormati kebebasan berpendapat, namun tidak akan mentoleransi tindakan yang mengganggu keamanan. Polisi telah tiga kali mengimbau massa membubarkan diri sebelum akhirnya mengambil tindakan tegas dan terukur.

Baca juga: Demo #IndonesiaSekarat di Surabaya Berujung Ricuh, Massa Lempari Polisi dengan Batu hingga Besi

Kericuhan dipicu setelah sejumlah oknum membakar sampah di depan pintu masuk Grahadi serta merusak pagar pembatas karena tidak ada perwakilan pemerintah yang menemui massa. Aparat gabungan TNI-Polri kemudian mengerahkan kendaraan taktis dan water cannon untuk membubarkan massa.

Dalam penanganan aksi tersebut, polisi mengamankan belasan orang di sekitar lokasi, termasuk sejumlah peserta aksi dan seorang pedagang es keliling yang berada di area demonstrasi.(pps)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru