Gawat, 25 Warga Bali Positif Covid-19

harianmerahputih.id
SEPI: Suasana Bandara Ngurah Ray, Kamis (2/4). Foto: HMP/ ide

MERAHPUTIH |BALI - Sebanyak 25 orang di Bali dinyatakan positif  Covid-19. Sedangkan yang meninggal dunia hingga, Kamis, (2/4), tercatat dua orang yaitu warga negara asing.

 Dikhawatirkan jumlah penderita Corona bertambah, Gubernur Bali Wayan Koster meminta agar warga Bali yang tinggal di luar Bali tidak pulang ke Bali selama Pandemi Covid-19.

Baca juga: Menkes Dorong Deteksi Dini TBC, Targetkan Penurunan Kematian Secara Signifikan

"Warga Bali yang berada di luar agar tidak pulang dulu. Sebaiknya bersabar dengan tetap berada di wilayah domisili masing-masing untuk mencegah penyebaran Covid-19. Ini demi keselamatan kita bersama," kata Koster kepada harianmerahputih.id, Kamis (2/4) di Denpasar.

Koster juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan perjalanan keluar- masuk  Bali. Perjalanan keluar atau masuk ke Bali hanya dapat dilakukan apabila terdapat keperluan yang sangat mendesak atau warga negara asing yang akan kembali ke negaranya.

 Namun, pembatasan ini tidak berlaku bagi angkutan logistik, keperluan penanganan kesehatan, penanganan keamanan, dan tugas resmi dari Pemerintah Pusat  juga Pemerintah Daerah.

Ia lantas meminta otoritas bandara dan pelabuhan agar meningkatkan pengawasan dan seleksi secara ketat terhadap perlintasan orang atau penumpang sesuai protokol pintu masuk.

Baca juga: Pemkot Surabaya Siaga Hadapi Lonjakan ISPA, Balita Jadi Fokus Utama

Tidak hanya itu, Gubernur juga meminta kepada seluruh masyarakat di Bali agar lebih banyak melakukan aktivitas di rumah.

"Kegiatan bisnis atau swasta diupayakan dilaksanakan dari rumah kecuali untuk kegiatan yang memberikan pelayanan secara langsung," lanjutnya.

 "Demikian juga kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik pada jenjang pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi dilaksanakan di rumah dengan menggunakan media pembelajaran secara daring atau online," terangnya.

Baca juga: Paramesti Tak Takut Jarum Suntik: Cerita Anak-anak SLB N Semarang Jalani Cek Kesehatan Gratis

 Selain itu, obyek-obyek wisata, tempat hiburan malam hingga tajen (sabung ayam) diimbau agar tidak melakukan aktivitas dikarenakan biasanya melibatkan banyak orang.

 "Dalam melaksanakan kegiatan adat dan agama agar dilaksanakan di rumah. Namun jika ada kegiatan adat dan agama harus dilakukan di luar rumah, hanya melibatkan paling banyak 25 orang, dengan menerapkan jaga jarak fisik, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)," ucapnya. (ide/ono)

 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru