Pengusaha China Masuk Indonesia Disaat Corona Munculkan Pertanyaan

harianmerahputih.id
Paspor dan pengusaha China yang dibeking oknum Polres SBT. ist

MERAHPUTIH|SERAM-Masuknya pengusaha China ke Indonesia di saat Pandemi Covid-19 memunculkan beberapa pertanyaan. Diantaranya, bagaimana bisa dimelewati imigrasi di tengah Pandemi Covid-19 seperti saat ini. Padahal infonya pemeriksaan di Bandara sangat ketat.

Dari tangkapan layar passport yang diterima oleh harianmerahputih.id, visa kunjungan yang digunakan pengusaha China yang bernama Yu Liangwu, itu akan berakhir 12 Juni nanti. Menariknya, ternyata visa kunjungan itu digunakan untuk bekerja.

Baca juga: Kejari Gowa dan Kejati Sulsel Harus Profesional: Kasus Pemalsuan Identitas yang Dilaporkan Kong Ambri

Penyalahgunaan visa kunjungan ini menjadi pekerjaan rumah bagi, Kementerian hukum dan hak asasi manusia yang dikomandoi oleh Yasonna Hamonangan Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D. Berdasarkan foto yang diterima media ini, Yu terakhir kali masuk Indonesia pada 5 mei 2020 lalu disaat Pandemi Covid-19 masih menjadi momok di seluruh dunia.

Baca juga: Pelapor Kecewa, Terduga Pemalsu Identitas Ang Merry Tak Ditahan dengan Alasan Sakit

Di bagian lain, harianmerahputih.id sudah mendapatkan konformasi dari Kapolres Seram Bagian Timur (SBT) AKBP Andre Sukendar. Menurut Kapolres pihaknya akan melakukan pengecekan terkait informasi tersebut. “Akan langsung kami tindaklanjuti,” jelas Kapolres.

Informasinya lagi, kayu-kayu yang dibeli Yu, bisa dikatakan illegal, karena tidak mengantongi surat-surat yang diterbitkan oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) setempat.

Baca juga: Perkuat Sinergi dengan Media, Bandara Internasional Pattimura Ambon Gelar Media Gathering 2025

Seperti diberitakan sebelumnya, Pengusaha China mengobok-obok Kecamatan Bula, Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku. Ironisnya, ia diduga menyalagunakan Visa wisata untuk dipakai bekerja. Pengusaha China itu adalah Yu, Liangwu, dari Fujian, China. Ia adalah pengusaha kayu sengon. Dengan enak dan mudah dia menjalanan bisnisnya karena dibeking oknum dari Polres Seram Bagian Timur (SBT).

Informasi yang berhasil dihimpun harianmerahputih.id menyebutkan, pengusaha China ini membeli kayu di Desa Silohan dan Desa Englas. Kayu yang dibeli adalah kayu balasa (sejenis sengon laut). Tindakan ini membuat persaingan yang tidak sehat, karena pengusaha lokal meras ditikung. Gara-gara kejadian ini, kedua Desa informasinya bersitegang karena pengusaha China mengobok-obok harga pasaran kayu balasa. (red)

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru