Sebar Video Konspirasi Corona, Taufik Monyong Diperiksa Polda

harianmerahputih.id
Kabid Humas Polda Jatim bersama Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim ketika menggelar konferensi pers, Kamis (11/6).

MERAHPUTIH | SURABAYA - Polda Jatim melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Taufik Hidayat alias Taufik Monyong lantaran menyebarkan video melalaui media sosial terkait konspirasi virus corona pada 6 Juni kemarin.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko ketika memimpin konferensi pers mengatakan jika pemeriksaan terhadap seniman Jawa Timur itu merupakan hasil temuan Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim.

Baca juga: Humas Polri Siap Wujudkan Kamtibmas Kondusif

"Hasil temuan anggota Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim menemukan video yang dibuat dan disebar oleh saudara Taufik Monyong ini dapat menimbulkan keresahan di masyarakat, di masa pandemi covid-19, apalagi dalam video itu dia menyebut bahwa virus corona ini adalah sebuah konspirasi, untuk itu kami lakukan pemanggilan dan pemeriksaan," kata Truno, Kamis (11/6).

Truno menjelaskan langkah pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Taufik Monyong itu merupakan bagian dari peran Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah masa transisi menuju era new normal.

Apalagi dalam video tersebut Taufik Monyong menyebut jika virus corona sudah tidak ada lagi di Jawa Timur, khususnya di Surabaya.

"Jangan sampai dengan beredarnya video itu malah semakin membuat masyarakat gaduh," terangnya.

Baca juga: Polisi Amankan 182 Pendemo Tolak Omnibus Law di Surabaya

Ditambahkan Truno, bahwa Polda Jatim saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap Taufik Monyong.

Dirinya juga menyatakan masih menunggu proses penyelidilan dan penyidikan serta menunggu keterangan dari saksi ahli untuk menetapkan status hukum terhadap Taufik Monyong.

"Sementara ini kami masih melakukan proses lidik dan penyidikan, serta masih menunggu hasil keterangan dari saksi ahli, apakah nantinya status saudara Taufik Monyong ini dapat ditetapkan sebagai tersangka atau tidak," jelas Truno.

Baca juga: Polda Jatim Bersama Komisi III DPR Bagikan Ribuan Masker dan Sembako

Terpisah, Taufik Hidayat kepada wartawan mengatakan jika tujuan dirinya membuat konten video tersebut agar masyarakat Jawa Timur, khususnya Surabaya dapat kembali menjalani aktifitas dengan normal kembali.

Dikatakan Taufik, jika saat ini banyak masyarakat seperti tukang ojek online yang merasakan dampak yang sangat berat di situasi PSBB Surabaya beberapa waktu lalu.

"Di masa PSBB Surabaya kemarin kan banyak tukang ojek online yang sangat dirugikan karena banyaknya penutupan kampung. Nah dengan saya buatnya video pada 6 Juni yang bertepatan dengan lahirnya Bapak Proklamasi Soekarno, saya ingin mengajak masyarakat untuk kembali hidup normal, sesuai instruksi Bapak Presiden Jokowi," ungkapnya. (her)

Editor : Agiyo monseh F

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru