Empat Penjemput Jenazah Covid-19 di Surabaya Ditetapkan Tersangka

harianmerahputih.id
Kapolda Jatim Irjen Pol M. Fadil Imran.

MERAHPUTIH | SURABAYA - Ditengah Pandemi Covid19 yang terjadi di Indonesia, menyisahkan banyak cerita yang terjadi.

Di beberapa daerah di Indonesia keluarga Pasien Covid19 membawa keluarganya pulang dengan paksa dari Rumah Sakit.

Baca juga: Musim Berganti, Jatim Bersiap: Ribuan Pasukan Gabungan Siaga Tanggap Darurat

Di Makassar Provinsi Sulawesi Selatan jenazah Covid19 diambil paksa oleh pihak keluarga dari Rumah Sakit Labuang Beji Makassar.

Keluarga membawa pulang paksa jenazah Covid19.

Kejadian tersebut terjadi pada tanggal 5 juni 2020.

Sebelumnya, kejadian yang sama juga terjadi di Surabaya Provinsi Jawa Timur.

Dimana pihak keluarga juga membawa pulang Jenazah Covid-19 dari Rumah Sakit Paru Karang Tembok di Jalan Karang Tembok, Kecamatan Semampir Surabaya.

Kejadian tersebut terjadi pada tanggal 4 juni 2020 dan videonya menjadi viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, keluarga tersebut nekat membawa pulang jenazah beserta ranjang pasien diduga milik rumah sakit.

Kejadian membawa pulang jenazah Covid-19 secara paksa di Surabaya ini mendapatkan perhatian serius dari Polda Jawa Timur.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si., mangatakan, bahwa beredarnya Video viral di Surabaya.

Dimana adanya pihak keluarga mengambil secara paksa Jenazah Covid-19 dari dalam Rumah Sakit Paru Surabaya Karang Tembok.

Baca juga: Khofifah dan Wamendagri Kompak di Surabaya: Aktifkan Siskamling, Perangi Narkoba, dan Perkuat Ketahanan Pangan

Saat ini Polda Jatim telah melakukan penyidikan hingga penyelidikan terhadap kejadian tersebut hingga pemanggilan saksi - saksi atas kejadian itu.

"Polda Jawa Timur sudah memanggil beberapa saksi atas kejadian pengambilan paksa Jenazah Covid-19 di Rumah Sakit Paru Surabaya di Jalan Karang Tembok yang terjadi pada tanggal 4 juni 2020," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si, Jumat, (12/6/2020).

Dari pemanggilan saksi-saksi yang sudah dilakukan, Polda Jawa timur melalui Ditreskrimum Polda Jatim akhirnya menetapkan empat orang tersangka atas kejadian pengambilan paksa Jenazah Covid-19 di Rumah Sakit Paru Surabaya.

"Iya benar Polda Jatim sudah menahan dan menetetapkan empat orang tersangka atas kejadian tersebut. Langkah ini diambil sebagai tindakan tegas Polri dari sisi hukum yang terjadi," kata Kapolda Jatim.

Disinilah fungsi Polri khususnya Polda Jatim melakukan tindakan tegas terukur (penegakan hukum) dan memberikan perlindungan secara humanis.

Polri juga mengedepankan Preventif Justice serta melakukan pembantaran terhadap empat tersangka untuk dilakukan Isolasi di Rumah Sakit karantina.

Baca juga: Kapolda Jatim Tegaskan Penanganan Kasus Robohnya Musala Ponpes Al-Khoziny Berjalan Menyeluruh

"Karena mereka diduga kuat menjadi kategori ODR dimana terjadi kontak fisik dengan jenazah Covid-19 yang mereka ambil paksa di Rumah Sakit Paru Surabaya," kata Kapolda.

Demi memberikan perlindungan kesehatannya maupun bagi keluarga lainnya serta masyarakat lain lebih luas lagi.

Dari empat orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim, semuanya adalah anak dari Jenazah Covid-19 yang diambil paksa.

Empat tersangka itu yakni, M-I (28), M-A (25), M-K (23) dan M-B pamungkas (22).

Semua tersangka merupakan warga Jalan Wonokusumo 118 , Pegirian, Kecamatan Semampir Kota Surabaya.

Terhadap para tersangka, akan dijerat dengan Undang Undang wabah penyakit, Undang - Undang Karantina dan KUHP pasal 214 dengan ancaman hukuman diatas lima tahun. (her)

Editor : Agiyo monseh F

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru