MERAHPUTIH | SURABAYA -Berdasarkan data pengawasan posisi April 2020, rasio kecukupan modal (CAR) bank yang berkantor pusat di Jatim sebesar 23,24ngan likuiditas memadai yakni pada rasio Aktiva Lancar/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 25,03% yang jauh di atas threshold.
Hal ini menunjukkan bahwa bank memiliki ruang cukup untuk melakukan ekspansi kredit atau pembiayaan bagi bank syariah guna mendukung upaya pemulihan ekonomi masyarakat pada periode new normal sejak pandemi Covid-19.
Baca juga: Dukung Literasi Keuangan di Banyuwangi, Bank Jatim Bukakan Rekening 1.000 Siswa
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional Jatim, Bambang Mukti Riyadi menyikapi perkembangan terkini terkait pemberitaan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas pelaksanaan pengawasan OJK periode 2019 pada Industri Jasa Keuangan, terkait 7 bank umum yang berkantor pusat di Jakarta.
"OJK telah menindaklanjuti seluruh rekomendasi temuan dan BPK mengapresiasi tindakan pengawasan OJK telah dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan mengawal penguatan kinerja perbankan nasional, sesuai prinsip pengawasan berbasis risiko secara terintegrasi," kata Bambang, Sabtu, (13/6).
Baca juga: Jaga Pola Konsumsi, Gubernur Jabar Ingatkan Bahaya Pinjol dan Judol di Momen Lebaran
Untuk itu, lanjutnya, anggota BMPD diminta agar dalam melaksanakan kegiatan operasional dan pemasaran produk bank, senantiasa mengutamakan etika profesionalitas bankir.
"Pimpinan bank dan seluruh jajaran, wajib menjunjung tinggi integritas dan menjauhkan diri dari perilaku hoax karena siapapun pelakunya akan berhadapan dengan UU ITE dan aparat penegak hukum. Masing-masing bank silakan bersaing secara positif dengan penguatan efisiensi, sehingga masyarakat luas terlayani dengan lebih baik," ujarnya.
Baca juga: SKK Migas dukung kelancaran Pengeboran Eksplorasi Markisa-001
Sementara itu, Ketua ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia) Surabaya, Eko Purwanto, mengatakan bahwa stabilitas industri jasa keuangan khususnya perbankan, pada era new normal ini sangat strategis sebagai jantung perekonomian.
"Ini recovery ekonomi jatim yang merupakan kedua terbesar setelah DKI Jakarta, memiliki peran sangat strategis dalam rangka mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional sebagaimana telah dicanangkan oleh pemerintah."ungkapnya. (ton/tji)
Editor : Tudji Martudji