MERAHPUTIH | YOGYAKARTA - Meski Pantai Parangtritis belum resmi dibuka dan ditutup hingga 30 Juni 2020, namun obyek wisata di perbatasan Kabupaten Gunungkidul ini terus diserbu wisatawan. Namun nasib apes menimpa puluhan wisatawan, diantara mereka tersengat ubur-ubur beracun saat bermain air laut di pinggir pantai.
Tim sar yang mengetahui ada wisatawan tersengat ubur-ubur langsung memberikan pertolongan obat-obatan yang telah disiapkan karena memasuki bulan Juni hingga Agustus banyak ubur-ubur laut yang muncul ke tepian pantai.
Baca juga: DPRD Bantul: Jangan Buru-Buru Buka Obyek Wisata, Kalau Belum Siap
Bendahara 1, Sar Satlinmas Korwil III, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Rini Sulistyawati mengatakan muncurnya ubur-ubur beracun tersebut sudah berlangsung beberapa hari yang lalu. Namun demikian karena masih ada larangan wisatawan berkunjung ke pantai tak ada wisatawan yang tersengat ubur-ubur.
"Kan Parangtritis masih ditutup, bahkan sampai hari ini juga masih ditutup. Namun demikian kunjungan wisatawan cukup banyak dan mereka bermain air laut di pinggir pantai dan akhirnya tersengat ubur-ubur beracun," kata Rini, Minggu (14/6).
"Sampai siang ini sudah puluhan wisatawan yang tersengat ubur-ubur," katanya lagi.
Bagi wisatawan yang tersengat ubur-ubur akan mendapatkan pertolongan dengan pemberian cairan hangat dan salep. Termasuk juga diberikan minuman hangat dan diminta untuk banyak bergerak.
Wisatawan yang tersengat ubur-ubur jika memiliki riwayat penyakit asma akan semakin memburuk karena bisa menyebabkan sesak dan susah bernafas karena menahan sakit pada bagian tubuh yang tersengat ubur-ubur.
"Ya kalau wisatawan yang tersengat ubur-ubur punya riwayat penyakit pernafasan seperti asma maka kita larikan ke puskesmas atau rumah sakit terdekat," ujarnya.
Pihaknya kata Rini sudah memberikan peringatakan kepada wisatawan akan munculnya ubur-ubur di pantai yang bisa menyengat dan menyebabkan korban kesakitan bahkan jika tidak kuat bisa menyebabkan pingsan.
"Biasanya yang terkena ubur-ubur anak-anak dan remaja karena warga dari ubur-ubur yang kebiru-biruan dan ada gelembung bikin penasaran dan akhirnya menyentuh. Akibatnya bagian tubuh yang bersentuhan dengan ubur-ubur akan terasa sakit (perih, gatal dan membuat tubuh yang tersengat ubur-ubur menjadi kaku)," terangnya.
Disisi lain petugas Sar juga harus mengingatkan wisatawan untuk menggunakan masker dan jaga jarak karena sebagian besar wisatawan lupa menggunakan masker ketika bermain air dan tidak menjaga jarak.
"Kami tidak ingin ada klaster baru penularan COVID-19 di Pantai Parangtritis," tegasnya.
Sementara pantauan di lapangan 2 wastafel yang dipasang di ikon Pantai Parangtritis yang sempat diuji coba oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo saat meninjau kesiapan Parangtritis untuk dibuka kembali hanya 1 wastafel yang berfungsi atau keluar airnya. Sementara 1 wastafel sama sekali tak keluar airnya. Kondisi ini membuat wisatawan kesal karena fasilitas yang disediakan oleh Dinas Pariwisata Bantul sangat tidak memadahi.
"Wastafel cuma ada 2, yang fungsi hanya 1 saja. Gimana ini,"kata salah seorang wisatawan di Pantai Parangtritis yang akan cuci tangan namun airnya tidak keluar. (hdw/tji)
Editor : Tudji Martudji