Dr. Alfian Nur : Penularan TBC dan Corona Hampir Sama

harianmerahputih.id
Jumpa pers Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait peta penyebaran virus corona di Gedung Negara Grahadi. ( foto : HMP )

MERAHPUTIH|SURABAYA - Penyebaran Virus Corona atau Covid19 di Jawa Timur begitu cepat. Setiap hari jumlah ODP (orang dalam pemantauan) maupun PDP (pasien dalam pengawasan) di Jawa Timur bertambah. Namun jika dibanding dengan penyakit (Tuberculosis) TBC. Tingkat penyebarannya jauh lebih lama.

Menurut Dokter Alfian Nur Rosyid, dr, Sp.P, FAPSR, FCCP salah satu dokter penyakit dalam RS Unair surabaya menyebutkan, penyebaran penyakit (Tuberculosis) TBC jika dibandingkan dengan virus corona atau Covid19, lebih cepat Virus Corona. Karena, TBC penyakit kronis yang membutuhkan waktu lama jika seseorang tertular TBC, dan tidak langsung bergejala.

"Iya, jika seseorang terkena penyakit TBC, maka penularan tidak begitu cepat, karena TBC adalah penyakit kronis. Jika dibandingkan Virus Corona atau Covid19, tingkat menularnya lebih cepat," ujar Dr. Alfian saat dihubungi MERAHPUTIH via telepon jum’at (3/4).

Dr. Alfian Nur Rosyid menambahkan, penyebaran TBC dan Covid19 hampir sama, melalui air liur seseorang jika batuk. Penyebaran TBC sendiri menularkan bakteri kepada orang lain, dan bakteri tersebut akan (dorman) atau bakteri tersebut tidur didalam tubuh manusia yang sehat. Maka untuk berkerja TBC akan cukup lama. Namun, jika (dorman) atau bakteri yang ada didalam tubuh manusia itu hidup. Maka, seseorang tersebut akan terinfeksi TBC dan bisa menjadi sakit. Hal ini dikarenakan, kekebalan tubuh manusia itu sendiri mengalami penurunan.

Dijelaskan lebih jauh oleh Dr. Alfian, dari data penelitian yang sudah dilakukan, jika seseorang yang tertular kuman atau bakteri TBC. Maka tingkat penularannya hanya 10 persen, namun jika Virus Corona atau Covid19 bisa langsung penularannya.

Sementara Jawa Timur menempati posisi kedua di Indonesia dengan jumlah temuan 57.014 kasus. Dalam temuan kasus tersebut, penderita TBC anak yang telah diobati sebesar 3. 614 , dan penderita yang resistan sebanyak 239 orang. ( ris/jon)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru