MERAHPUTIH | SIDOARJO - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sidorjo untuk melakukan langkah-langkah yang kongkrit agar penyebaran Covid-19 di Sidoarjo bisa terkendali. Hal itu menyusul masih tingginya kasus positif sejak diberlakukannya masa transisi menuju New Normal.
"Hasil evaluasi masa transisi new normal di Sidoarjo menunjukkan tracing yang dilakukan Sidoarjo masih belum maksimal. Terutama klaster pasar di daerah Taman dan waru. Kedua kecamatan tersebut merupakan daerah paling tinggi jumlah kasus positifnya, kemudian disusul Kecamatan Sidoarjo," ungkap Khofifah di Rapat Evaluasi Transisi New Normal di Pendopo Sidoarjo, Rabu (17/6), malam.
Baca juga: Jatim Kirim Bantuan Rp5 Miliar untuk Sumatera, Khofifah: Ini Amanah dari Warga Kami
Tercatat, jumlah kasus terkonfirmasi positif mencapai 1.057 orang. Sejak diberlakukan masa masa transisi new normal rata-rata ada penambahan kasus positif 32 orang setiap harinya. Sidoarjo termasuk daerah dengan kasus tertinggi di Jawa Timur setelah kota Surabaya.
Menurutnya, tren kenaikan kasus positif di Sidoarjo masih tinggi, terutama kecamatan Waru, Taman dan kecamatan Sidoarjo. Jumlah kasus positif di Sidoarjo dipredikasi terus meningkat karena akan dilakukan test swab massal dengan mobil PCR. Selain itu, Khofifah menilai tracing yang dilakukan di Sidoarjo masih belum optimal.
Baca juga: Jatim Mantapkan Dukungan untuk Swasembada Susu dan Gula, Khofifah: Siap di Garis Terdepan
“Banyaknya kasus baru menunjukkan Sidoarjo dalam melakukan tracing belum maksimal," tegasnya.
Sementara itu Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaiffudin mengatakan, Pemerintah kabupaten Sidoarjo sudah merencanakan akan melakukan rapid test massal. Saat ini pihaknya juga telah memesan sebanyak 50.000 rapid test. Sidoarjo dan telah melakukan rapid test sebanyak 8.000 an orang.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
“Untuk memutus rantai penyebaran kita akan memaksimalkan tracing, sebanyak 50 ribu rapid test telah kita pesan yang akan kita gunakan terutama di daerah zona merah akan dilakukan rapid test massal. Jika ada temuan kasus reaktif maka akan dilakukan test swab mobil PCR," tandas Nur Ahmad. (lis/tji)
Editor : Tudji Martudji