Persebaya Hari Ini, Esok hingga Nanti

harianmerahputih.id
Abu Rizal merayakan gol bersama tim Persebaya

Catatan: Eko Yudiono

Redaktur Harian Merah Putih/ harianmerahputih.id

Baca juga: Persebaya Pecat Eduardo Perez, Gejolak di GBT Berbuah Keputusan Besar

 

Kemarin, 18 Juni 2020, Persebaya merayakan hari ulang tahunnya ke-93. Banyak lika-liku yang dilewati tim berjuluk Green Force hingga saat ini. Beberapa kali pergantian manajemen klub tidak membuat Persebaya goyah.

 

Meski sempat bermain di kompetisi tidak resmi pada musim 2010/2011 hingga menyebabkan Persebaya dihukum PSSI, Bajol Ijo-julukan lain Persebaya tidak gentar. Persebaya tetap melangkah gagah. Tidak goyang. Kini berkompetisi di level tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia. Keren.

 

Tahun 2011 bisa jadi adalah tahun yang tidak akan terlupakan bagi Persebaya. Juga Bonek-sebutan supporter Persebaya.

Di tahun itu, Persebaya memutuskan keluar dari kompetisi Indonesian Super League (ISL) dan memutuskan bermain di kompetisi tandingan yang diinisiasi pengusaha minyak Arifin Panigoro. Kompetisinya bernama Indonesian Premier League (IPL).

 

Dasar ikut kompetisi karena Persebaya merasa dikerjai oleh PSSI. Tidak ikut kompetisi ISL. Akibatnya Persebaya sebagai anggota PSSI Jawa Timur kepengurusannya dibekukan. Karena Ketika itu Ketua Persebaya adalah eksofisio  PSSI Surabaya, maka anggota klub bergejolak. Mereka tidak ingin Persebaya dikeluarkan dari anggota PSSI. Maka, timbullah Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) anggota Persebaya dan PSSI Surabaya.

 

Dalam Muscablub, terpilihkan Wishnu Wardana (WW) sebagai Ketua Persebaya dan PSSI Surabaya. Nah, karena mepetnya waktu, Persebaya yang saat itu degradasi dari ISL ke Divisi Utama, WW yang saat itu Ketua DPRD Surabaya meminta bantuan Vigit Waluyo selaku orang yang berpengalaman mengurus sepak bola membentuk tim Persebaya yang bermain di Divisi Utama.

 

Dicomotlah pemain dari Persikubar Kutai Barat untuk bergabung dengan Persebaya. Maka, resmilah Persebaya menjadi dua. Persebaya yang bermain di Divisi Utama (ISL) dan Persebaya yang bermain di kompetisi Indonesian Premier League (IPL). Karena kompetisi berjalan berbarengan, otomatis pihak keamanan dalam hal ini kepolisian tidak bisa mengeluarkan surat ijin keamanan jika nama kedua tim sama.

Baca juga: Lucho Guaycochea Terima Sanksi Tambahan, PERSIB Pilih Hormati Keputusan Komdis PSSI

 

Melalui rundingan alot dan perdebatan, Persebaya yang bermain di IPL menggunakan nama Persebaya 1927 sesuai dengan tahun kelahiran Persebaya yang didirikan oleh Paijo dan M. Pamoedji pada 18 Juni 1927. Juga menggunakan loga baru.

 

Sedangkan Persebaya yang bermain di Divisi Utama (ISL) tetap menggunakan nama Persebaya tanpa embel-embel di belakangnya.

Setelah melalui serangkaian polemik, konflik dan lain-lain, Persebaya kembali

 

menjadi satu dan resmi kembali berkompetisi di bawah payung PSSI. Adalah tanggal 8 Januari 2017 akan dikenang Bonek seanterao Indonesia dan dunia terkait kembalinya Persebaya. Karena ditanggal itu, Persebaya kembali diperbolehkan berkompetisi meski harus mengawali dari Liga 2. Dalam Kongres Tahunan PSSI di Hotel Arya Duta, Bandung, di hadapan para voters, ketua PSSI Edy Rahmayadi mengesahkan Persebaya.

Baca juga: Marc Klok Ingin PERSIB “Reset” Fokus Hadapi Bali United: Euforia Boleh, Lengah Jangan

 

Setahun berkompetisi di Liga 2, Persebaya naik kasta ke Liga 1 setelah berhasil menjadi juara. Kini, Persebaya menjadi satu diantara 18 tim elit yang berkompetisi di Liga 1, lambing supremasi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Di ulang tahunnya yang ke-93, tagar Kan93n (baca: Kangen) Persebaya menjadi trending topic di media sosial mulai kemarin. Di masa Pandemi Covid-19, segala aktifitas olahraga utamanya Sepak bola memang dihentikan. Kini dalam masa transisi, beberapa kompetisi Liga Eropa kembali digelar.

 

Liga 1, rencananya akan bergulir pada September dan Oktober nanti. Nah, tagar Kan93n seolah menjadi sebentuk pelipur lara dan simbol kenangan dan tidak sabar menyaksikan Persebaya kembali berlaga. Kangen nribun, kangen gemuruh stadion ketika gol terjadi, kangen lumpia, kangen sego kucing, dan makanan ringan lainnya yang selalu mewarnai tribun Gelora Bung Tomo (GBT) ketika Persebaya bertanding.

 

Mudah-mudahan simbol dan tagar Kangen membuat Persebaya semakin kuat saat ini, besok hingga nanti. Pemain, pelatih, pengurus, manajemen bahkan supporter pun boleh pergi meninggalkan Persebaya, tapi Persebaya tidak akan pernah mati hingga kiamat nanti. Bravo Persebaya. Selamat Ulang Tahun ke-93, WANI! (*)

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru