MERAHPUTIH | SURABAYA - Pondok Pesantren Tebuireng mengeluarkan maklumat menyikapi penanganan Covid-19. Maklumat yang berisi tujuh pandangan itu ditandatangani pengasuh pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz.
Tujuh pandangan yang ditujukan sebagai seruan dan rekomendasi kepada pemerintah, Gugus tugas Covid serta masyarakat luas. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mendukung agar seruan maklumat dijadikan panduan dalam mengatasi pandemi Covid 19 lebih efektif.
Baca juga: Jatim Kirim Bantuan Rp5 Miliar untuk Sumatera, Khofifah: Ini Amanah dari Warga Kami
"Maklumat ini akan menguatkan kita semua, tidak saja bagi pemerintah pusat, pemerintah propinsi Jatim dan pemerintah kabupaten/kota. Namun maklumat ini untuk multi stake holders mulai tokoh agama, budaya termasuk masyarakat dan keluarga terdampak," ujar Gubernur Khofifah, Senin (23/6).
Ditambahkan, sejak dulu pimpinan pondok pesantren selalu memberi fatwa yang baik untuk kemaslahatan bangsa. "Ponpes adalah bagian integral bagi kekuatan bangsa, negara dan masyarakat kita semua, termasuk saat pandemi seperti ini, ’’ katanya.
Soal pemulasaraan jenazah dan hak jenazah muslim di Salati. Maklumat itu tentu sangat sesuai dengan harapan masyarakat terutama umat Islam yang memiliki norma dan tata cara perawatan dan pemenuhan hak jenazah.
"Saya segera memberi perintah tatkala mendengar laporan dan fenomena saling paksa antara petugas dengan keluarga di satu pihak dan hak mayit dan keluarga di lain pihak," tambahnya.
Beberapa poin tersebut memberi pencerahan dan pencerdasan yang luar biasa bagi semua pihak. Khofifah mengaku pihaknya sudah mengeluarkan imbauan ke semua rumah sakit, bagi jenazah muslim harus dipastikan disalati. Dia juga sepakat dengan usulan salat jenazah saat berada di dalam ambulan.
‘’Itu sudah pernah kami tekankan dan contohkan langsung," katanya.
Baca juga: Jatim Mantapkan Dukungan untuk Swasembada Susu dan Gula, Khofifah: Siap di Garis Terdepan
Saat itu jenazah salah satu dosen UINSA yang hendak dimakamkan di Ponorogo sementara perawatannya di Surabaya. Khofifah bersama Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Rumpun Kuratif dr Joni Wahyuhadi memandu proses pelepasan jenazah dini hari dari RS. Dr. Soetomo Surabaya.
Dalam situasi tugas seperti ini Khofifah berucap terima kasih Kepada Kyai Abdul Hakim, pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang.
"Matur nuwun, matur nuwun beliau beliau mengapresiasi kerja keras pemerintah, utamanya, pemeriksaan secara massif dan pelacakan kasus (tracing) di masayrakat. Ini dukungan moral yang besar bagi kami.
Pihaknya selalu proaktif mengajak tokoh masyarakat baik silaturahim secara langsung, diskusi, pertemuan virtual maupun melalui konferensi pers secara rutin dengan data dan informasi yang dipertanggungjawabkan melalui verifikasi ketat dan terukur, jujur, amanah sebagai rasa tanggungjawab.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Khofifah mengaku sangat setuju dengan keterlibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan budaya. Selama ini, sosialisasi yang dilakukan gugus tugas mengundang tokoh masyarakat dan menghadiri ponpes dan silaturrahmi ke tokoh tokoh agama.
Dikesempatan itu, pihaknya tak lupa berucap terima kasih atas masukan dan nasihat demi kamaslahatan bersama dan memohon doa restu agar semua diberi kekuatan dan kemudahan mengatasi Covid-19. (*)
Editor : Tudji Martudji