MERAH PUTIH|Sidoarjo – Bank Bukopin gempar, gara-gara nasabahnya tak bisa mencairkan dana miliknya. Padahal dana yang tersimpan di bank plat merah (BUMN) itu mencapai puluhan miliar. Mereka pun mendatangi Bank Bukopin Cabang Sidoarjo.
Dedy Setiawan Tan (55) tampak emosi dan berteriak-teriak di Kantor Cabang Bukopin Sidoarjo di Jalan Raya Ahmad Yani Sidoarjo. Ia mengaku tidak bisa mencairkan deposito miliknya sesuai perjanjian dengan Bank Bukopin. Justru ia hanya diberi janji-janji palsu oleh pihak bank.
Seminggu lalu, lanjut Dedi, ia sudah membuat kesepakatan dengan Bank Bukopin Cabang Sidoarjo, bahwa uang yang didepositokan bisa dicairkan senilai Rp 45 Miliar pada Senin (22/6). Tapi kenyataannya, bank hanya mencairkan Rp 640 juta. Padahal, Dedi mengaku memiliki deposito sekitar Rp 75 miliar. Dedi mendepositkan uangnya dengan fasilitas dapat dicairkan sewaktu-waktu atau breakable.
"Hari ini Bank Bukopin hanya bisa menyediakan dana Rp 640 juta. Tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Kalau seperti ini, bank ini sudah bangkrut," kata Dedi Setiawan Tan, kemarin.
Lebih lanjut, Dedi menilai Bank Bukopin Cabang Sidoarjo sudah tidak memiliki itikad baik. Karena tidak berani memberikan jaminan dan berjanji kapan sisa depositonya dapat dicairkan semuanya. "Kami hanya butuh kepastian, kapan sisanya akan dicairkan. Tapi mereka tidak berani memberi jaminan. Mereka sudah bekerja secara tidak profesional," jelas pengusaha baja itu.
Langkah selanjutnya, dia akan melaporkan kejadian ini kepada pihak yang berwajib (polisi). Menurutnya tindakan yang dilakukan pihak Bank Bukopin Cabang Sidoarjo sudah masuk dalam kategori penggelapan dan penipuan terhadap nasabah.
"Kita akan laporkan ke Polresta Sidoarjo, karena mereka sudah tidak berani menjawab dan menjamin kapan uang saya akan dicairkan," ungkap pria asal Jakarta itu.
Hal sama juga diungkapkan nasabah lainnya. Sebut saja FN yang mengaku memiliki tabungan asuransi pendidikan untuk anaknya di Bank Bukopin. Setelah mendengar kabar kurang sedap tentang keuangan Bank Bukopin, dia berniat mengambil semua uang tabungan tersebut.
“Sebenarnya saya ingin mengambil semua, tapi pihak bank dari kemarin dibatasi hanya boleh mencairkan Rp 5 juta per hari,” jelasnya.
FN menambahkan pihaknya sudah menunggu selama dua jam lebih di Kantor Bank Bukopin Cabang Sidoarjo, tapi tidak kunjung mendapat giliran dipanggil. “Apakah uangnya sudah habis ya mas?,” tanya FN dengan nada kesal.
Hal serupa juga dialami Dewi, nasabah Bank Bukopin yang tinggal di Tulangan, Sidoarjo. Ia mengaku hendak mengambil uang pensiunan. Namun dana yang diharapkannya itu tidak bisa diambil. Menurutnya, tidak ada dana di bank seperti pengakuan pegawainya. Padahal uang yang menjadi haknya itu hendak dipakai untuk membeli obat. “Mau mengambil pensiunan mas tapi tidak bisa. Tidak ada dana katanya. Dijanjikan besok, itu pun belum pasti. Kalau bulan kemarin masih bisa,” tutur Dewi.
Sementara pihak Bank Bukopin enggan dimintai keterangan oleh wartawan. Justru, awak media tidak diperkenankan masuk ke dalam kantor bank tersebut. "Tidak usah mas," ujar salah satu security Bank Bukopin. (lis/lmi)
Editor : Ali Mahfud