Pasar Bantul Kota Terancam Tutup Sementara, 12 Pedagang Reaktif

harianmerahputih.id
Pasar Tradisional Bantul, Yogyakarta (Foto: HMP/Daru)

MERAHPUTIH | YOGYAKARTA - ‎Rapid test COVID-19 yang digelar selama dua hari yang menyasar ratusan pedagang di Pasar Tradisional Bantul Kota, diikuti oleh 10 orang dari unsur Bawaslu Bantul, Yogyakarta hasilnya ada 10 pedagang dan satu Komisioner Bawaslu dinyatakan reaktif.

Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul pun mulai ancang-ancang akan menutup sementara pasar tradisional itu, jika hasil swab pedagang ada yang positif COVID-19.

Kepala Dinas Perdagangan, Kabupaten Bantul, Sukrisna Dwi Susanta mengatakan sudah melakukan antisipasi hal terburuk jika hasil swab dari 12 pedagang dinyatakan positif COVID-19.

"Ya kalau nantinya dari 12 pedagang adanya yang dinyatakan positif COVID-19 sesuai hasil uji swab, maka terpaksa pasar akan kita tutup sementara selama dua hingga tiga hari," kata Sukrisna Dwi Susanta saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (26/6).

Menurutnya, penutupan pasar selama tiga hari atau penutupan sementara, untuk kemudian akan dilakukan penyemprotan diinfektan di seluruh pasar. Tujuannya, Pasar Tradisional Bantul Kota bisa aman dari paparan COVID-19, saat pasar tersebut dibuka kembali.

"Penutupan pasar sementara maksimal tiga hari itu, akan digunakan untuk penyemprotan diinfektan dan itu sudah sesuai dengan SOP penanganan COVID-19," ucapnya.

"Kalau pasar ditutup lama nanti pedagang akan sangat merugi banyak," tambahnya lagi.

Masih kata Sukrisna, pihaknya tidak mengetahui persis 12 pedagang yang dinyatakan reaktif apakah pedagang yang jualan sayuran, pakaian atau makanan kering. Namun memang mobilitas pedagang di pasar itu cukup tinggi dan bertemunya banyak orang.

"Saya tidak tahu persis pedagang yang reatif adalah pedagang pakaian, sayuran, ikan atau pedagang lainnya. Yang jelas ada 12 pedagang dinyatakan reaktif rapid test," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID-19 Kabupaten Bantul, dr. Tarsisius Glory menyebutkan 12 pedagang dan satu Komisioner Bawaslu Bantul dinyatakan reaktif COVID-19 usai mengikuti rapid test dalam dua gelombang yang digelar Rabu 24 Juni dan Kamis 25 Juni. Saat itu, seluruhnya menjalani uji swab sebanyak dua kali dan tinggal menungga hasil uji swab dari BBLTKPP DIY.

"Jadi BBLTKPP memang mewajibkan swab dilakukan dua kali untuk satu orang yang dinyatakan reaktif dan telah dilakukan. Saat ini kita tinggal menunggu hasilnya yang diharapkan keluar dalam waktu dua hari ke depan," terangnya.

Seluruh pedagang yang dinyatakan reaktif dan seorang Komisioner Bawaslu sejak dinyatakan reaktif telah dilakukan isolasi ke RS Lapangan Khusus COVID-19. Dan, telah mendapatkan perawatan serta pemantauan kesehatan dari petugas medis.

"Kita juga telah mengambil rontgen pada bagian paru dan secara umum hasil cukup baik. Semoga saja nanti hasil swabnya juga baik. Artinya tidak positif COVID-19," ujar dr. Glory yang juga Kepala Puskesmas Bambanglipuro.‎

Pihaknya menambahkan, sebanyak 12 pedagang dan satu Komisioner Bawaslu saat itu dalam kondisi sehat. Tidak ada keluhan yang mengarah ke gejala COVID-19. (hdw/tji)

 

Editor : Tudji Martudji

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru