OJK Minta Masyarakat Berjuang untuk Kepentingan Ekonomi

harianmerahputih.id
OJK Jatim saat memfasilitasi keluhan Asosiasi Driver Online (Foto: HMP/Anton)

MERAHPUTIH | SURABAYA - Unjuk rasa yang dilakukan oleh Asosiasi Driver Online, Senin (29/6) langsung direspon oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mediasi dan memfasilitasi kepentingan mereka terkait restrukturisasi kredit dengan lembaga pembiayaan atau leasing.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 4 Jawa Timur, Bambang Mukti Riyadi menegaskan, OJK sejak awal dikeluarkannya kebijakan restrukturisasi kredit yang ditujukan untuk mengurangi dampak pandemi COVID-19 terhadap masyarakat atau debitur, OJK selalu pro aktif dalam melakukan sosialisasi.

Baca juga: Dukung Literasi Keuangan di Banyuwangi, Bank Jatim Bukakan Rekening 1.000 Siswa

“Baik kepada masyarakat debitur maupun lembaga keuangan di Jatim," katanya dalam siaran pers OJK KR4 Jatim, Selasa (30/6).

Bambang menjelaskan, sosialisasi dilakukan melalui media cetak dan online, bahkan dilakukan melalui mediasi langsung antara debitur dengan lembaga keuangan terkait.

Baca juga: Gubernur Khofifah dan OJK Bahas Strategi Penguatan Ekonomi Jatim di Tengah Tantangan Global

Beberapa kegiatan mediasi itu, terang Bambang Mukti, bahkan dilakukan bersama dengan lembaga lain seperti DPRD Kota Surabaya. Untuk mempermudah masyarakat menyampaikan keluhannya, OJK telah menyediakan nomor khusus WhatsApp (WA) aduan konsumen dan WhatsApp (WA) Group untuk memperlancar proses komunikasi antara masyarakat dengan industri keuangan penyedia kredit.

“Terkait unjuk rasa Senin kemarin, OJK menyampaikan bahwa mediasi akan dilakukan tidak hanya sekali, tetapi sesuai kebutuhan dengan melibatkan lembaga keuangan khususnya perusahaan pembiayaan terkait," imbuh Bambang.

Baca juga: Indah Kurnia dan OJK Sosialisasikan Waspada Investasi Bodong dan Pinjaman Online Ilegal

Bambang meminta, masyarakat agar ketika menyuarakan kepentingan masyarakat ke depannya dilakukan melalui media yang telah disediakan untuk menghindari risiko yang tidak perlu, khususnya dalam masa pandemi yang sekarang masih berusaha dikendalikan melalui kerja keras semua pihak.

“Demi kepentingan yang lebih besar, OJK meminta masyarakat dan debitur untuk bekerja sama agar dalam memperjuangkan kepentingan ekonomi tidak membuat mereka terdampak risiko kesehatan,” pungkasnya. (ton/tji)

Editor : Tudji Martudji

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru