Dewan Minta Lumbung Pangan Serius dengan Langkah Strategisnya

harianmerahputih.id
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Anwar Sadad (Foto: HMP/Anton)

MERAHPUTIH | SURABAYA - Meski pandemi Corona ternyata 80 persen pemasok kebutuhan pangan nasional masih disumbang dari Jawa Timur. Tentu kenyataan ini perlu diseriusi lagi dengan inovasi-inovasi baru melalui kebijakan yang strategis.

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Anwar Sadad menegaskan meski ditengah pagebluk pandemi Covid-19, ternyata Jawa Timur mampu dan sampai sekarang masih menjadi lumbung pemasok pangan nasional. Terbukti di sektor pertanian, menurut Sadad, sampai akhir 2019 ketersediaan beras surplus 3.727.959 ton, jagung surplus 5.885.225 ton, dan gula suplus 862.621 ton.

Sayangnya potensi ini, lanjut Sadad, harusnya lebih serius digarap dan dikembangkan dengan inovasi-inovasi dan langkah-langkah yang strategis. "Sektor ini tidak akan pernah basi, terutama di saat krisis. Masa orang lapar mau makan handphone," ujar Sadad.

Anggota DPRD dari Partai Gerindra ini mengungkapkan kekhawatirannya apabila pemerintah tidak bisa tegas. “(Pemerintah) tidak punya suatu skenario sebuah clear plan yang jelas yang akan diambil untuk menyelamatkan warganya,” sesal Sadad.

Tentu, hal-hal yang tidak jelas ini, sayang Sadad, justru akan memicu kekacauan di masyarakat akibat simpang siurnya informasi.

“Jika hal ini berlangsung berlarut larut, maka masyarakat dapat kehilangan kepercayaan pada Pemerintah,” tukasnya. (ton/tji)

Editor : Tudji Martudji

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru