MERAHPUTIH|BALI- Akses masuknya barang dan orang ke Provinsi Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk diperketat. Tidak sembarang orang dari zona merah Covid-19, bisa masuk ke Pulau Dewata. Seperti 200-an Santri warga daerah dari beberapa daerah di Bali ini, yang mondok atau sekolah di Pondok Pesantren Blok Agung Banyuwangi, Jawa Timur ini. Mereka diperiksa dan harus menjalani rapid tes oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Jembrana Bali. Santri ini akan pulang ke rumahnya masing-masing di Denpasar, Singaraja, Tabanan dan Negara.
Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Arisantha mengatakan, protap pemeriksaan rapid test bagi semua penumpang yang datang dari zona merah ini diberlakukan di Gilimanuk. Termasuk rombongan para santri yang kemarin datang hingga 200-an orang. Sesuai instruksi dari Satgas Provinsi pemeriksaan rapid test semua penumpang dari daerah Zona Merah Covid-19, termasuk Santri yang datang hari ini melalui Gilimanuk.
Baca juga: Ribuan Santri Padati Alun-Alun Bojonegoro, Kobarkan Semangat HSN 2025
"Rapid tes dijalankan ke semua penduduk luar daerah atau zona merah dengan klasifikasi memang akan bertahan Di Bali dengan tujuan yang jelas. Ketika tidak jelas maka dipulangkan," katanya Minggu (5/4)
Arisantha menjelaskan, untuk stok rapid tes DI Gilimanuk sendiri hingga saat ini masih ada 150 rapid test. Selanjutnya, stok akan ditambah oleh Pemprov Bali, sebanyak 500 rapid test. Bahkan, rapid tes sangat ketat. Karena berlaku bagi penumpang dari zona Merah.
Baca juga: Tarif Trans Jatim Gratis di Hari Santri, Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik
"Apabila hasil screening menunjukkan positif maka akan segera dirujuk ke RS rujukan terdekat untuk diambil sampel Swab. Sedangkan yang negatif diperbolehkan melanjutkan perjalanan ke rumah masing-masing," jelasnya.
Sementara itu, Ketua rombongan Pondok Darusalam Blokagung Banyuwangi, Muhammad Arif mengatakan, sejatinya para Santri ini telah mengikuti protap isolasi mandiri selama 14 hari di pondok. Selain mengantongi surat sehat mereka juga mengantongi surat jalan dan mendata seluruh penumpang.
Baca juga: Jateng Dorong Pesantren Jadi Teladan Perlindungan Anak dan Perempuan
Namun karena protap di pintu masuk Bali harus mengikuti rapid test, ratusan Santri ini hanya bisa menjalaninya saja."Mereka pulang karena ada kebijakan dari pemerintah dan kami mematuhi itu. Secara akumulatif sejak Pasca Nyepi lalu sudah ada ribuan Santri asal Bali yang kembali melalui Pelabuhan Gilimanuk. Mereka berasal dari berbagai daerah di Bali seperti Kabupaten Buleleng, Negara, Tabanan, Denpasar dan Badung," pungkasnya. (ide/ono)
Editor : Eko Yudiono