Desak Pemerintah Perbaiki Kerusakan Jalan Dofa - Falabisahaya

harianmerahputih.id
kerusakan Jalan Dofa - Falabisahaya yang kini kondisinya sangat memprihatinkan.

 

MERAHPUTIH|KEPULAUAN SULA-Warga Desa Lekokadai, Kecamatan Mangoli Barat, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) mendesak pemerintah Provinsi Maluku Utara agar segera memperbaiki kerusakan Jalan Dofa - Falabisahaya yang kini kondisinya sangat memprihatinkan.

Baca juga: Kejari Gowa dan Kejati Sulsel Harus Profesional: Kasus Pemalsuan Identitas yang Dilaporkan Kong Ambri

"Kerusakan Jalan Dofa - Falabisahaya sudah berlangsung lama, tetapi sepertinya pemerintah Provinsi Maluku Utara tidak peduli sehingga terkesan membiarkan kerusakan jalan, " keluh Kakek Labiru (89) dan istrinya waramu (78) warga Desa Lekokadai saat diwawancari wartawan pada saat pulang dari kebun, Minggu (5/7/2).

ia menjelaskan, kerusakan jalan itu, sudah berlangsung lama, tetapi pemerintah Provinsi Maluku Utara tidak menghiraukan, sehingga ketika musim hujan kondisi jalan banjir dan tambah berlumpur dan licin, dan musim panas berdebu.

Baca juga: Pelapor Kecewa, Terduga Pemalsu Identitas Ang Merry Tak Ditahan dengan Alasan Sakit

"Waktu yang dibutuhkan untuk melewati Jalan di Desa Dofa, Kecamatan Mangoli Barat dan Desa Fabisahaya, Kecamatan Mangoli Utara yang jaraknya 22 kilometer menjadi lama, karena para pengendara bermotor, maupun jalan kaki harus ekstra hati-hati karena banyaknya lubang dan batu tajam jalan ini, " ungkapnya.

"Kami berharap pemerintah Provinsi Maluku Utata segera mengaspal Jalan Dofa - Falabisahaya, sehingga transportasi semakin lancar, dan masyarakat yang ingin membawa hasil pertanian mereka menjadi lancar," imbuhny.

Baca juga: Perkuat Sinergi dengan Media, Bandara Internasional Pattimura Ambon Gelar Media Gathering 2025

Sementara itu, Kepala Desa Lokosula, Amrin La Ode Meko Arham (47) berharap, Pemerintah Provinsi Maluku Utara segera membangun akses jalan penghubung di dua kecamatan ini, kemudian jalan dari Desa Dofa, Kecamatan Mangoli Barat dan Desa Fabisahaya, Kecamatan Mangoli Utara yang jaraknya 22 kilometer.

"Karena dampak jalan yang sudah rusak di dua kecamatan ini, maka biaya transportasi menjadi mahal, maka harga kebutuhan pokok pasti lebih mahal dibanding kecamatan lainnya yang akses jalannya sudah terhubung dengan baik," kata Amrin. (cho)

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru