Pemprov Jatim Gandeng PT Pos Indonesia

harianmerahputih.id
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meresmikan kerjasama Pemprov dan PT Pos Indonesia. HMP/OM PRASS

MERAH PUTIH|SURABAYA-Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengembangkan Lumbung Pangan Jatim, supaya masyarakat di seluruh daerah bisa mendapatkan sembako dengan harga di bawah pasar pada masa pandemi Covid-19. Untuk mewujudkan hal tersebut Pemprov Jatim menggàndeng PT Pos Indonesia sebagai penyedia layanan jasa antar.

“PT Pos telah menjadi bagian dari mediator kami untuk bisa memberikan kecepatan ketepatan dan murahnya layanan kepada masyarakat untuk bisa mengakses kebutuhan pokok mereka, apakah kaitan dengan sembako ataukah kaitan dengan ketersediaan tambahan yang lain yang disiapkan oleh lumbung pangan,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kamis (9/7).

Baca juga: Jatim Mantapkan Dukungan untuk Swasembada Susu dan Gula, Khofifah: Siap di Garis Terdepan

Sampai tanggal 9 Juni 2020, Lumbung Pangan Jatim telah diperluas jangkauannya hingga mencapai 19 Kabupaten/Kota untuk menyediakan sembako bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan minggu depan kita sudah bisa meluaskan dengan tambahan 9 lagi, berarti 28 tinggal nanti 10 Kabupaten/Kota yang kita maksimalkan kembali,'”tambah Khofifah.

Baca juga: Kejari Gowa dan Kejati Sulsel Harus Profesional: Kasus Pemalsuan Identitas yang Dilaporkan Kong Ambri

Dihadapan Dirut PT Pos dan Kanwil Bank Indonesia Jawa Timur, Khofifah menyampaikan idenya bahwa kedepannya transaksi non tunai bisa ditingkatkan lebih besar lagi di masa pandemi, yang bekerjasama dengan  Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) maupun bersama PT PWU sebagai penyelenggara Lumbung Pangan Jatim dengan menyediakan  mesin EDC (Electronic Data Capture).

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

“Pembayaran-pembayaran yang dilakukan cash sudah lebih kecil daripada yang non cash, saya tiap sore update ke pak Airlangga (Direktur PWU) bahwa masyarakat sudah makin banyak yang mengakses Lumbung Pangan Jatim ini melalui proses pembayaran yang non cash,” pungkas Khofifah. (prass/red)

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru