Benarkah 3.219 Pasien Corona di Surabaya Sembuh?

harianmerahputih.id
Dokumentasi - Sejumlah warga yang dinyatakan sembuh dari COVID-19 saat dipulangkan dari tempat karantina di Asrama Haji Surabaya, Kamis (2/6/2020). (ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

MERAHPUTIH|SURABAYA - Hingga Jumat (10/7) sore, angka kesembuhan pasien corona di Surabaya secara kumulatif sudah mencapai 3.219 orang.

Bahkan, pada Kamis (9/7), dalam satu hari jumlah pasien yang sembuh sebanyak 76 orang.

Baca juga: Surabaya Genjot Wisata Akhir Tahun, Tiket Empat Destinasi Cuma Rp500 via QRIS Bank Jatim

"Pasien itu terdiri dari pasien rawat inap di rumah sakit, isolasi di Asrama Haji dan rawat jalan isolasi mandiri," kata Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya Febria Rachmanita di Surabaya. 

Dari 76 orang tersebut, rinciannya dari Asrama Haji sebanyak 34 orang, rawat inap rumah sakit 16 orang dan rawat jalan 26 orang.

Selain itu, Febria menjelaskan saat ini jumlah kumulatif orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 4.576 orang. Dari angka tersebut, kata dia, ODP yang masih dipantau dan mendapat intervensi dari Pemkot Surabaya berjumlah 380 orang.

Baca juga: Pemkot Surabaya Dirikan Posko Peduli Bencana di Taman Surya, Salurkan Bantuan untuk Korban di Sumatera

"Selain angka 380 itu, berarti sudah selesai dipantau. Kami juga perlu sampaikan bahwa data ini terus bergerak," katanya.

Tidak hanya itu, kata dia, untuk pasien dalam pengawasan (PDP), angka kumulatifnya berjumlah 5.640 orang dengan rincian 2.357 pasien yang masih terpantau dan sisanya sudah selesai dipantau.

"Yang sudah selesai dipantau oleh kami 3.283 orang," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya ini.

Baca juga: Eri Cahyadi Raih Anugerah Tertinggi PGRI

Feny juga memastikan bahwa tren kesembuhan pasien itu terus meningkat lantaran pasien disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Bahkan, kata dia, banyak pasien yang sembuh berasal dari Asrama Haji.

"Mereka kan orang tanpa gejala (OTG), mereka merasa tidak ada gejala karena imunitasnya kuat. Jadi, cepat negatif saat di tes swab," katanya. (ant/lmi)

Editor : Tukiman Sarmijan

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru