MERAHPUTIH|JAKARTA - Rupiah Jumat (10/7) sore ditutup pada nilai Rp14.435 per dolar AS. Melemah 40 poin atau 0,28 persen dari sebelumnya Rp 14.395 per dolar AS.
Melemahnya nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap jumlah kasus pandemi COVID-19 yang terus meningkat.
Baca juga: Dido dan Galih Terpilih, PFI Pusat Siap Tingkatkan Marwah Profesi Pewarta Foto
"Saya lihat sentimen kekhawatiran pasar terhadap peningkatan penularan COVID-19 masih bertahan hingga sore ini," kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Jumat.
Ariston menuturkan, tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun masih melanjutkan penurunannya hingga ke level 0,586 persen.
Pagi tadi, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun terlihat tertekan ke kisaran 0,615 persen, turun sekitar tujuh persen dari penutupan perdagangan hari Rabu (8/7) kemarin.
Baca juga: Prabowo Ingin Whoosh Melaju Sampai Banyuwangi: “Surabaya Zaman Dulu, Sekarang Banyuwangi”
"Artinya kekhawatiran pasar masih tinggi, sehingga pasar mengalihkan sebagian asetnya ke aset aman dolar AS," ujar Ariston.
Pada pekan depan, lanjut Ariston, sentimen nilai tukar masih akan relatif sama dengan pekan ini ditambah sentimen dari rilis neraca perdagangan Juni dan pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.
Baca juga: DPR Umumkan Skema Baru Gaji dan Tunjangan, Anggota Dewan Kini Terima Rp65,59 Juta Per Bulan
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah di posisi Rp14.400 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.400 per dolar AS hingga Rp14.42/65 per dolar AS.
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.501 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.446 per dolar AS. (jak/lmi)
Editor : Tukiman Sarmijan