Pondok Pesantren di Puncak Bogor Ludes Dilalap Si Jago Merah

harianmerahputih.id
Pondok pesantren di Kawasan Puncak Kabupaten Bogor Jawa Barat bernama Al Golibiah ludes terbakar pada Selasa (14/7/2020). (ANTARA/HO-Disdamkar Kabupaten Bogor)

MERAHPUTIH|BOGOR-Pondok pesantren di Kawasan Puncak Kabupaten Bogor, Jawa Barat, bernama Al Golibiah ludes terbakar api diduga akibat korsleting pada Selasa (14/7).

Kepala Unit Damkar Sektor Ciawi Kabupaten Bogor, Nendri menyebutkan, meski sudah mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran, tapi tak mampu menyelamatkan bangunan yang berlokasi di Kampung Sukaresmi, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor itu.

Baca juga: Pelapor Kecewa, Terduga Pemalsu Identitas Ang Merry Tak Ditahan dengan Alasan Sakit

"Itu bahan bangunannya mudah terbakar terbuat dari kayu dan bambu, dari atapnya aja bukan genteng dan disana bangunannya banyak hangus semua," tuturnya saat dihubungi ANTARA di Bogor.

Di samping itu, petugas damkar juga menemui sejumlah kendala saat melalukan proses pemadaman yang berlangsung sekitar dua jam itu, seperti sulitnya akses masuk armada damkar ke tempat kejadian perkara (TKP).

Baca juga: Perkuat Sinergi dengan Media, Bandara Internasional Pattimura Ambon Gelar Media Gathering 2025

Meski bangunan pesantren milik Ustaz Umar itu kini tak berbentuk, beruntung tidak ada korban jiwa yang disebabkan oleh peristiwa tersebut. Api yang menghanguskan seisi pesantren itu juga tidak merembet ke rumah-rumah di sebelahnya yang berdempetan.

"Enggak sampai sih (ke rumah warga), cuman hangus kobong nya (asrama) saat itu memang ada santri sama ustaz bahu-membahu pemadaman awal pakai manual, ember," paparnya.

Baca juga: Bandara Pattimura Ambon Wujudkan Kepedulian Lewat Program “Injourney Airport Sehat” di Negeri Hatu

Nendri menyebutkan bahwa peristiwa yang sempat membuat geger para santri itu diduga akibat korsleting listrik yang merembet ke meterial bangunan yang relatif mudab terbakar.

"Iya sudah enggak bisa buat aktivitas belajar-mengajar buat santrinya dan alhamdulilah enggak ada merembet kemana-mana dan kerugian belum bisa kita perkirakan," kata Nendri. (red)

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru