MERAHPUTIH|SURABAYA - Nilai ekspor Jawa Timur Juni 2020 mencapai USD 1,39 miliaratau turun sebesar 8,06 persen dibandingkan Juni 2019. Meski demikian, jika dibandingkan bulan lalu, ekspor Jatim naik sebesar 24,77 persen.
Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Dadang Hardiwan mengatakan, penurunan tersebut terjadi pada sektor ekspor nonmigas sebesar USD 1,35 miliar atau turun sebesar 4,99 persen dibandingkan Juni 2019. Sedangkan ekspor migas mencapai USD 39,29 juta atau turun sebesar 56,42 persen.
Baca juga: Tarif Murah, Fasilitas Nyaman: Trans Jatim Gajayana Jadi Idola Baru Malang Raya
"Golongan barang utama ekspor nonmigas Juni 2020 adalah Tembaga (HS 74) dengan nilai sebesar USD 122,84 juta, Kayu dan barang dari kayu (HS 44) dengan nilai sebesar USD 106,47 juta serta Lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) dengan nilai sebesar USD 102,36 juta," katanya.
Secara kumulatif, menurut Dadang, selama Januari-Juni 2020, ekspor yang keluar Jawa Timur sebesar USD 9,64 miliar atau turun 2,77 persen dibandingkan Januari-Juni 2019, sebesar USD 9,92 miliar.
Namun untuk negara tujuan ekspor nonmigas terbesar pada Januari-Juni 2020 adalah Jepang mencapai USD 1.409,64 juta (dengan peranan 14,96 persen) disusul berikutnya ekspor ke Tiongkok sebesar USD 1.253,91 juta atau dengan peranan 13,31 persen, dan ke
Amerika Serikat sebesar USD 1.208,69 juta dengan peranan 12,83 persen.
Ekspor nonmigas ke kawasan ASEAN mencapai USD 1.933,06 juta atau dengan kontribusi sebesar 20,52 persen, sementara ekspor nonmigas ke Uni Eropa sebesar USD 717,70 juta (7,62 persen). Sementara, untuk nilai Impor Jatim pada Juni 2020 mencapai USD 1,53 miliar atau naik sebesar 21,01 persen dibandingkan Mei. Angka ini mengalami penurunan sebesar 2,18 persen dibandingkan Juni 2019.
Impor nonmigas Juni 2020 mencapai USD 1,40 miliar atau naik 25,66 persen dibandingkan Mei. Nilai impor nonmigas tersebut naik sebesar 19,29 persen dibanding Juni 2019. "Impor migas Juni 2020 sebesar USD 134,06 juta atau turun sebesar 12,64 persen dibanding Mei. Dibandingkan Juni 2019, nilai tersebut turun sebesar 65,96 persen," jelasnya.
Golongan barang utama impor nonmigas bulan Juni 2020 adalah golongan barang Mesin-mesin/Pesawat mekanik (HS 84) sebesar USD 170,16 juta, berikutnya golongan barang Gandum-ganduman (HS 10) senilai USD 100,02 juta dan golongan barang Ampas/sisa industri makanan (HS 23) sebesar USD 85,51 Juta.
Secara kumulatif, selama Januari - Juni 2020, impor yang masuk ke Jawa Timur sebesar USD 10,03 miliar atau turun sebesar 11,98 persen dibandingkan Januari - Juni 2019, yakni sebesar USD 11,39 miliar.
Baca juga: Jatim Kirim Bantuan Rp5 Miliar untuk Sumatera, Khofifah: Ini Amanah dari Warga Kami
Kemudian, negara asal barang impor nonmigas terbesar selama Januari - Juni 2020 dari Tiongkok USD 2.318,98 juta (27,61 persen). Disusul dari Amerika Serikat sebesar USD 697,57 juta (8,31 persen) dan impor dari Thailand sebesar USD 431,56 juta (5,14 persen).
"Impor nonmigas dari kelompok negara ASEAN sebesar USD 1,24 miliar (14,73 persen), sementara impor nonmigas dari Uni Eropa mencapai USD 746,99 juta (8,89 persen)," pungkasnya. (ton/lmi)
Editor : Tukiman Sarmijan