MERAHPUTIH |SURABAYA - Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni menghimbau kepada Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya, untuk lebih berhati - hati jika melakukan penyemprotan cairan disinfektan di jalan raya atau fasilitas umum.
Himbauan ini bukan tanpa sebab. Pasalnya, diketahui bahwa sudah ada jatuh korban akibat penyemprotan cairan disinfektan yang yang dilakukan Pemkot Surabaya sampai mengakibatkan mata sebelah kiri rabun.
"Langkah pertama adalah harus tahu metode penyemprotan sebelum melakukanya. Kita juga akan mendalami penyemprotan itu dilakukan pihak swasta atau pemerintah kota," ungkap Arif, Senin (6/4).
Politisi asal Fraksi Golkar itu menjelaskan, memang sejak awal penyemprotan cairan disinfektan ini masih menjadi perdebatan di sejumlah kalangan untuk bisa disemprotkan di manusia apa tidak.
"Apalagi sampai ada musibah seperti ini, saya pikir pihak yang menyemprotkan itu kalau dari swasta ya harus bertanggung jawab tapi kalau dari pemerintah kota ya harus memberikan santunan," jelasnya.
Lebih lanjut untuk kedepanya, Arif Fathoni meminta kepada pemkot Surabaya agar bisa mematuhi peraturan Kementerian Kesehatan (Kemmenkes) soal penyemprotan cairan disinfektab ini.
'Jadi sering - seringlah berkonsultasi kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat tentang inovasi yang boleh dan tidak dilakukan dalam penaanganan covid-19 ini," imbuhnya.
Sebelumnya warga Simi Jawar Surabaya menjadi viral karena memposting keluhannya di media sosial (facebook). Didalam video berdurasi 2 menit itu ia mengeluhkan mata sebelah kirinya yang sakit akibat terkena semprotan cairan di infektan yang dilakukan dari petugas Pemkot Surabaya.
Kejadian tersebut terjadi sekitar tanggal 1 April 2020 lalu, saat dirinya akan berangkat kerja dari rumah. Ditengah perjalanan, ia berpapasan dengan petugas dari Pemkot melakukan penyemprotan cairan dis infektan. Saat dirinya tepat dibelakang truk di daerah Manukan Surabaya. Cairan itupun akhirnya mengenai mata sebelah kirinya, berselang 2 jam. Saat ia melihat handphone, mata kirinya tiba - tiba terasa kabur. 3 jam berikutnya, matanya sudah tidak bisa melihat. (gun)
Editor : Redaksi