Mendagri Launching Gerakan 26 Juta Masker di Malang

harianmerahputih.id
Mendagri Tito Karnavian bersama rombongan ketika tiba di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat (7/8/2020).

MERAHPUTIH | MALANG - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia Tito Karnavian melaunching gerakan 26 juta masker di Pendopo Agung, Kabupaten Malang, Jumat (7/8/2020).

Dalam launching itu hadir pula, Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, Kapolres Malang Raya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati/Walikota Malang Raya serta serta unsur pejabat yang lainnya.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Dalam sambutannya Mendagri mengungkapkan, disaat pandemi covid-19 Pemerintah jangan hanya memikirkan kesehatan saja melainkan juga harus memikirkan perekonomian masyarakat.

"Semua harus ditangani balance antara kesehatan dan ekonomi sehingga bisa berjalan beriringan," kata Mendagri.

Sementara dalam penanganan covid-19, Mendagri menyatakan bahwa pemerintah tidak bisa melakukan lockdown, karena memberlakukan lockdown itu tidak mudah karena setiap daerah atau wilayah mempunyai karakteristik berbeda beda.

Dan pemerintah menurut Tito tidak bisa melarang menghalau orang dari dalam untuk keluar maupun orang luar masuk kedalam.

Seperti halnya, warga Surabaya masuk Malang maupun malang ke Sidoarjo.

"Masyarakat kita tidak ada batasan, bagaimana kita akan melakukan karantina wilayah," kata Tito Karnavian.

Tito menambahkan saat ini penanganan Covid-19 harus menggunakan cara lain seperti pembatasan skala besar dan menemukan formula lain dengan jaga jarak, pakai masker, cuci tangan maupun tidak berkerumun.

Namun hal itu sulit di implementasikan ke masyarakat.

"Masyarakat ini sulit untuk diajak untuk mematuhi protokol kesehatan dengan cuci tangan, pakai masker maupun jaga jarak," tambahnya.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Penggunaan masker ini sebenarnya sangat efektif dalam pencegahan penyebaran virus korona, karena penyebaran sendiri juga bisa dari droplet.

Namun, masyarakat yang menggunakan masker itupun juga harus menggunakan dengan cara yang benar.

"Penggunaan masker ini sangat penting guna mencegah penularan virus covid-19, namun penggunaan masker juga harus dilakukan dengan cara yang benar," ucapnya.

Di Jawa Timur jumlah penduduk begitu besar, sehingga diperlukan kesungguhan dari Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Daerah harus secara bersama sama untuk menanggulangi covid-19.

Saat ini sedang menuju prilaku masyarakat untuk selalu memakai masker, sehingga masyarakat di Indonesia khususnya jatim bisa selesai.

Baca juga: HKTI Deklarasikan Jatim Lumbung Ternak, Inovasi Peternakan Jadi Fokus

"Penanganan covid-19 seperti di Jatim ini tidak bisa pemerintah daerah bergerak sendiri, namun pemerintah mulai pusat, provinsi dan daerah harus bersama sama bergerak," ujarnya.

Di indonesia sendiri masih banyak masyarakat yang belum semuanya menggunakan masker.

Kesadaran masyarakat masih belum sepenuhnya memahami penggunaan masker.

Selain itu didukung dengan berbagai faktor, seperti masih ada masyarakat tidak mampu membeli masker, atau masyarakat masih belum memakai masker dengan benar.

"Saya sudah melakukan kunjungan di beberapa provinsi di Indonesia, masih banyak warga yang belum kenakan masker, namun dengan banyak faktor," pungkasnya. (her)

Editor : Agiyo monseh F

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru