Gubernur Jatim Sematkan 2.694 Satyalancana Karya Satya ASN Pemprov

harianmerahputih.id
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyematkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada ASN di lingkungan Pemprov. HMP/OM PRASS

MERAHPUTIH| SURABAYA- Ada tradisi berbeda dari tahun-tahun sebelumnya saat penyematan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jatim.

Bila setiap tahun hanya diikuti secara simbolis oleh perwakilan ASN, kali ini Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan Wakil Gubernur, Emil Elestianto Dardak, menyematkan secara langsung Satyalancana Karya Satya tersebut kepada 2.694 ASN Pemprov Jatim, secara bertahap.

Baca juga: Kejari Gowa dan Kejati Sulsel Harus Profesional: Kasus Pemalsuan Identitas yang Dilaporkan Kong Ambri

Penyematan tersebut dibagi menjadi banyak sesi dan tetap memenuhi protokol kesehatan. Setiap sesi hanya diikuti maksimal  75 orang ASN, Selasa (18/8).

Sebelum mengikuti acara tersebut, para ASN pun diharuskan mengikuti rapid test yang telah disediakan di lokasi acara. Pembagian secara bertahap ini, kata Khofifah, karena tahun ini, total sebanyak 2.694 ASN di lingkungan Pemprov Jatim mendapatkan Penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia. Terdiri dari Satyalancana Karya Satya Masa Kerja 30 tahun sebanyak 902 orang, Masa Kerja 20 tahun sebanyak 724 orang, serta Masa Kerja 10 tahun sebanyak 1069 orang. Dengan menyematkan secara langsung, Khofifah berharap ini akan menjadi semangat dan motivasi bagi para ASN untuk terus mendedikasikan kinerja terbaiknya sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat. Selain itu, hal ini bisa menjadi kekuatan dan bentuk apresiasi bagi para ASN.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

“Satyalancana Karya Satya ini diberikan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 66/TK/Tahun 2020. Jadi ini merupakan tanda penghargaan kepada ASN yang telah berbakti selama 10 tahun,  20 tahun dan  30 tahun  secara terus menerus, dan mereka dianggap memiliki dedikasi luar biasa dan loyalitas pada negara,” katanya.

Khofifah mengatakan, saat ini bukanlah era kompetisi, melainkan era kolaborasi dan sinergi. Untuk itu ia meminta seluruh ASN untuk menguatkan kolaborasi dan sinergitas baik internal maupun eksternal. 

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Diantaranya dengan memperkuat gerakan Bangga Buatan Indonesia. 

“Di era yang penuh dengan perubahan yang sangat cepat ini, ASN dituntut untuk mampu cepat beradaptasi terutama soal teknologi. Sebagai contoh di masa seperti ini seringlah mengikuti Webinar, sehingga setiap program harus berbasis data scientific dan  melibatkan scientist,” jelasnya. (prs/ono)

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru