Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 Maluku Rp 47 M Jadi tanda Tanya

harianmerahputih.id
Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang. IST

MERAHPUTIMALUKU- Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang mengatakan hingga Agustus 2020 ini anggaran untuk penanganan Covid-19 di Provinsi Maluku yang terpakai habis sebanyak Rp 47 miliar dari BTT (belanja tdk terduga) dan Bantuan keuangan bersifat khusus ke kab/kota Rp.17 M, dari total anggaran yang diperuntukan sebesar Rp 122 milyar.

Hal ini disampaikan untuk meluruskan pemberitaan sejumlah media terkait penggunaan anggaran untuk penanganan Covid. “Jadi bukan dana penanganan Covid yang terpakai Rp1,58 triliun, tapi hanya kurang lebih Rp 58 miliar dari Rp122 miliar,” kata ketua gugus tugas percepatan dan penanganan covid 19 maluku.

Baca juga: Kejari Gowa dan Kejati Sulsel Harus Profesional: Kasus Pemalsuan Identitas yang Dilaporkan Kong Ambri

Terkait dana Rp1,58 Triliun itu realisasi APBD tahun 2020 secara keseluruhan, bukan hanya utk covid saja, progres hingga pertengahan Agustus 2020 atau secara Total realisasi sudah mencapai kurang lebih 47 persen. “Jadi saya hanya meluruskan, agar tidak terjadi kesimpangsiuran data,” kata dia.

Baca juga: Pelapor Kecewa, Terduga Pemalsu Identitas Ang Merry Tak Ditahan dengan Alasan Sakit

Anggaran penanganan Covid tersebut, jelas Kasrul diperuntukkan bagi bidang kesehatan, sekretariat, sosial, pengamanan, belanja pengadaan, dan kegiatan lainnya. Yang terbanyak digunakan untuk sekretariat gugus tugas penanganan covid-19 di Maluku.
“Terbanyak itu untuk sekretariat dan juga kesehatan ,”jelas Kasrul.

Pantauan Harian Merah Putih di lapangan Biaya tak terduga dalam dalam sebuah proyek atau kegiatan itu biasa, hal yg tidak masuk dalam prioritas, kalo penanganan covid pastinya prioritas itu pasti di bidang pelayanan kesehatan, dan penanganan pasien dan lain - lain termasuk untuk sewa hotel buat tampung pasien, kalo biaya tak terduga saja sudah besar sampai 47 miliar, untuk yg prioritas pasti jauh lebih besar, belum lagi 17M untuk kabupaten - kota yang sudah terealisasi, hingga ditotal menjadi 64 miliar. Sampai dengan saat ini belum ada konfirmasi dari pihak terkait dengan adanya dana Covid yang sangat membingungkan ini. ( boy)

Baca juga: Perkuat Sinergi dengan Media, Bandara Internasional Pattimura Ambon Gelar Media Gathering 2025

 

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru