Eri Cahyadi vs Mantan Kapolda, SSC: Pasti Seru

harianmerahputih.id
Eri Cahyadi dan Machfud Arifin

MERAH PUTIH|SURABAYA -  Akhirnya ada dua pasangan calon (paslon) di Pemilihan Walikota (Pilwali) Surabaya 2020. Yakni, Eri Cahyadi-Armuji yang diusung PDI Perjuangan (PDI-P) dan Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno yang dukung PKB, PKS, PAN, PPP, Partai Golkar, Demokrat, Gerindra dan Nasdem. Nah, seberapa kuat dua paslon ini yang akan bertarung pada 9 Desember 2020?

Diketahui, Eri Cahyadi-Armuji memiliki basis massa pendukung berbeda. Meski Eri Cahyadi baru pertama terjun ke dunia politik, namun namanya sangat familier di kalangan ASN Pemkot Surabaya maupun DPRD Kota Surabaya. Eri merupakan putra asli Surabaya yang lahir pada 27 Mei 1977. Ia menyelesaikan studi di Fakultas Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada 1999.

Eri Cahyadi mulai menjadi pegawai negeri sipil/ASN pada 2001 dan ditempatkan di Dinas Bangunan Kota Surabaya. Kariernya terus moncer hingga mampu menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang.

Pada 2018 ia mengemban tugas sebagai Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota Surabaya. Ia juga sempat menjabat sebagai pelaksana tugas Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH).

Karier Eri disebut mirip Risma sebelum kader PDIP itu menjadi Wali Kota Surabaya dua periode. Seperti diketahui, Tri Rismaharini pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Bina Pembangunan (2002), Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya (2005), dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya (2008).

Karena itu pula Eri Cahyadi disebut-sebut sebagai penerus Walikota Tri Rismaharini. Bisa jadi, pada Pilwali nanti Eri bakal mendapat dukungan dari kalangan ASN Pemkot Surabaya.

Dalam konteks Pilwali Surabaya, Relawan Eri Cahyadi yang bertebaran di kota pahlawan juga merupakan pendukung Tri Rismaharini. Di sisi lain, Eri Cahyadi yang dikenal sebagai santri juga mendapat sokongan dari kalangan warga Nahdhiyyin (NU) di Surabaya. Mulai santi dan pimpinan pondok pesantren hingga ratusan kelompok pengajian Bu Nyai di Surabaya.

(BACA: Tak Hanya Kiai Kultural, Bu Nyai se Surabaya Siap Menangkan Eri)

Sementara itu, Armuji populer lebih dulu, karena dia merupakan kader senior dan kader tulen PDIP. Terbukti empat periode menjadi anggota DPRD Kota Surabaya dan sempat menjadi Ketua DPRD Surabaya periode 2014-2019. Pada Pileg 2019, Armuji melenggang mulus sebagai anggota DPRD Jatim periode 2019-2024 dari dapil Surabaya.

Bahkan, Armuji menjadi peraih suara terbanyak di Dapil Surabaya, yakni sebanyak 136.308 suara. Capaian seratus ribu lebih suara itu tidak saja memastikan tiket menjadi anggota DPRD Provinsi Jatim periode 2019-2024. Namun pria ini menjadi pemecah rekor sebagai caleg dengan raihan dukungan suara terbanyak sepanjang sejarah pemilu langsung untuk jenjang DPRD Jatim. Tentu ini menjadi modal Armuji.

(BACA: Eri Cahyadi Didukung Kiai-Santri, Pengamat: NU Miliki Akar Kuat)

Namun ingat, Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilwali Surabaya 2020 berjumlah 2.193.000. Ini artinya masih ada ceruk besar yang diperebutkan Eri-Armuji vs Machfud Arifin-Mujiaman.

Sementara Machfud-Mujiaman juga memiliki modal, mengingat paslon didukung koalisi besar delapan parpol. Dari hasil Pileg 2019, delapan parpol itu merepresentasikan 31 kursi di DPRD Surabaya. Jumlah itu diperoleh dari  PKB 5 kursi,  Gerindra (5),  Golkar (5),  NasDem (3), PPP (1), PKS (5), PAN (3) dan Demokrat (4).  Sedang PDI-P yang mengusung Eri-Armuji mengantongi 15 kursi.

Di sisi lain, Machfud-Mujiaman juga tidak bisa dianggap enteng. Machfud Arifin merupakan mantan jenderal polisi bintang dua (Irjen Purn) dengan jabatan terakhir Kapolda Jatim. Lulusan Akpol 1986 ini yang berpengalaman dalam bidang reserse ini sebelumnya menjadi Kapolda Kalimantan Selatan dan Kapolda Maluku Utara.

Pada Pilpres 2019 lalu, Machfud didapuk menjadi Ketua TKD Jokowi-Ma’ruf Amin dan berhasil menang. Saat itu, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin berhasil meraup 16.231.668 suara atau 65,7 persen. Termasuk menang telak di Surabaya.

(BACA: PDIP Tunjuk Eri Cahyadi-Armuji untuk Bertarung Melawan Mantan Kapolda)

Melihat peta itu, Peneliti politik Surabaya Survey Center (SSC) Surokim Abdussalam memprediksi pertarungan Eri-Armuji vs Machfud-Mujiaman bakal seru. “Akan seru,” tandas Surokim saat dihubungi Harian Merah Putih, Rabu (2/9/2020).

“Menurut saya (Eri-Armuji vs Machfud-Mujiaman, red) akan setanding sebanding dan sangat  kompetitif kedua paslon yg akan berkontestasi di Pilwali sby. Masing-masing paslon punya plus minus dan yg surplus lbh banyak sesuatu keberagaman voters Surabaya yg akan punya peluang bs unggul,” analisis Surokim yang disampaikan melalui WhatApp.

Mengenai penunjukan Eri Cahyadi-Armuji di Pilwali Surabaya 2020, menurut Surokim, merupakan jalan tengah dengan adanya tiga faksi di DPC PDI-P Surabaya. “Nggeh itu bisa jadi jalan tengah dan menunjukkan pola baku dalam kandidasi paslon PDIP kota sby yg mengusung skema kader dan nonkader atau sebaliknya,” ujar Dekan FISIB Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

Rekomendasi PDIP yang jatuh ke tangan Eri Cahyadi, masih kata Surokim, menunjukkan kuatnya relasi kuasa Walikota Surabaya Tri Rismaharini dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. “Pasti banyak pertimbangan terkait itu dan pasti sdh mendapat masukan dari berbagai pihak. Bahwa kemudian pertimbangan keberlanjutan Bu Risma di Surabaya sepertinya menjadi pertimbangan penting dalam rekom kali ini. Sementara penunjukan AR saya pikir bagian dari representasi kader asli PDIP dan menguatkan mental kader utk memudahkan soliditas dukungan internal partai,” jelas Surokim.

Meski begitu, Eri-Armuji punya tantangan besar dalam tiga bulan ke depan untuk memenangkan Pilwali Surabaya 2020 melawan Machfud-Mujiaman. Surokim mengimbau agar Eri-Armuji bisa sinergi untuk mengisi kelemahan masing-masing.

“Dalam elektoral elektabilitas yg dihitung adalah elektabilitas berpasangan jadi setiap paslon hrs bs saling melengkapi dan saling menutup kelemahan. Saya pikir itu menjadi tantangan dalam 3 bulan ke depan utk bs menunjukkan chemistri dan saling melengkapi saya pikir gabungan birokrat dan parlemen jika ada keterpaduan maka bs kompetitif di Pilwali sby,” pungkas Surokim. (ton/her/rga)

Editor : Ali Mahfud

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru