Megawati ke Whisnu Sakti: Aku Tahu Pasti Kamu Yo Kelingan....

harianmerahputih.id
Megawati Soekarnoputri dan Whisnu Sakti Buana

MERAH PUTIH|Jakarta – Suasana haru sempat menyelimuti pengumuman rekomendasi calon kepala daerah gelombang V secara virtual di DPP PDI Perjuangan (PDI-P), Rabu (2/9/2020). Ini terlihat saat Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri berbicara dengan Whisnu Sakti Buana, kader tulen PDIP yang tak mendapat rekom di Pemilihan Walikota (Pilwali) Surabaya 2020.

Whisnu Sakti Buana merupakan putra mantan Sekjen PDIP almarhum Soetjipto Soedjono. Pak Tjip, biasa disapa saat itu, dikenal sebagai kader pejuang PDIP sejak era Orde Baru. Saat ini Whisnu Sakti Buana yang akrab dipanggil WS menjadi Wakil Walikota Surabaya. Ia sudah mendampingi Walikota Surabaya Tri Rismaharini selama 10 tahun. Di struktural PDIP, WS menjabat Wakil Ketua DPD PDI-P Jatim. Sebelumnya, dia dua periode menjadi Ketua DPC PDI-P Kota Surabaya.

Baca juga: Hasto Kristiyanto Kembali Didapuk Jadi Sekjen PDIP 2025–2030, Megawati Kukuhkan Susunan DPP Baru

Namun WS mau tidak mau harus menerima realitas. DPP PDIP memilih Eri Cahyadi sebagai Calon Walikota Surabaya pada Pilwali Surabaya 2020. Eri merupakan pejabat Pemkot Surabaya yang selama ini dikenal dekat dengan Tri Rismaharini. Saat ini Eri Cahyadi menjabat Kepala Bappeko Surabaya.

"Saya sudah bilang sama Pak Sekjen, ada hal-hal yang tidak bisa menghindar. Di situ saya lihat Mas Wishnu. Tolong ditunjukkan," kata Megawati meminta agar Whisnu yang hadir secara virtual bersama jajaran DPD PDIP Jawa Timur diberi spotlight.

Whisnu lalu membuka maskernya untuk bisa bicara dengan Megawati. "Aku terima kasih banget loh sama Whisnu," kata Megawati.

Dengan suara menahan haru, Megawati lalu berkata, "Aku tahu pasti kamu yo kelingan (teringat, red.) sama Pak Tjip (ayahanda Whisnu, red.). Makanya, saya sengaja suruh datangkan yang namanya Bambang Pacul sama Pak Djarot Saiful Hidayat, ada juga Mbak Puti. Jangan ada yang bilang Ibu Mega itu membuang yang namanya Whisnu. Tidak!" kata Megawati.

Whisnu tampak di layar tak bisa berkata, bibirnya tampak bergetar menahan emosi. "Nah, ini saya berhadapan sama kamu. Tidak akan saya buang. Terima kasih selama ini membantu Mbak Risma," kata Megawati. Whisnu lalu tampak mengepalkan tangan ke dada, sepertinya terharu atas pesan Megawati kepadanya.

Baca juga: Di Balik Pertemuan Dasco dan Megawati: Dari Museum Bung Karno hingga Pesan Prabowo

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto lalu mengatakan bahwa Whisnu adalah putra mantan Sekjen PDIP Soetjipto yang dikenal sebagai sosok pejuang. "Ibu Ketua Umum sampai terharu dan mengucapkan terima kasih kepada Mas Whisnu atas kerjanya selama dua periode mendampingi Bu Risma," cetus Hasto.

"Buat Mas Whisnu, terima kasih telah bekerja bersama Bu Risma membangun Surabaya. Pengabdian itu bukan hanya di eksekutif, melainkan di struktur partai dan legislative," lanjut Hasto.

 

Baca juga: Pertemuan Prabowo-Megawati Dinilai sebagai Angin Segar Politik Kebangsaan

Pasangan Eri Cahyadi-Armuji diumumkan Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP PDI-P Puan Maharani secara virtual, Rabu (2/9/2020) siang. "Tolong yang di Jatim semuanya berdiri. Terkait dengan Kota Surabaya, surat yang kami pegang belum kami buka dan segera bisa melakukan konsolidasi," kata Puan Maharani saat membacakan rekomendasi pasangan bakal calon kepala daerah Gelombang V untuk dua provinsi dan 19 kabupaten/kota.

Oleh karena itu, amplopnya segera dibuka dan diumumkan rekomendasi. "Atas izin ketua umum amplop ini akan saya buka. Rekomendasi Kota Surabaya adalah Eri Cahyadi dan Armuji. Semoga semua kader bisa memenangkan Surabaya," ujar Puan.

Puan berharap DPD Jawa Timur dan DPC Kota Surabaya segera melaksanakan konsolidasi untuk Insya Allah memenangkan pilkada kota Surabaya. Walau calonnya belum ada di kantor DPD, Insya Allah seluruh jajaran DPD Jawa Timur bisa segera mengkonsolidasikan jajaran partai memenangkan Kota Surabaya. "Ayo semangat," kata Puan. (jta/ara)

Editor : Ali Mahfud

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru