Kejar Target, Pekerjaan Jembatan Joyoboyo Terus Dikebut

harianmerahputih.id
Proyek Jembatan Joyoboyo yang dikerjakan oleh PT Rudy Jaya.

MERAHPUTIH | SURABAYA - Pembangunan Jembatan Joyoboyo yang ada di sisi selatan Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) terus dikebut meski kota Surabaya masih menghadapi pandemi Covid-19.

Jembatan yang akan menjadi ikon baru di Kota Surabaya ini ditargetkan rampung Desember 2020.

Baca juga: Eri Cahyadi Paparkan Visi Surabaya 2025-2030 di DPRD Kota Surabaya

Diketahui, Jembatan Joyoboyo ini nantinya memiliki panjang 150 meter dengan lebar 17 meter dan tinggi pilonnya 20 meter.

Sedangkan struktur jembatannya dari beton bertulang dan voided slab.

Di area Jembatan Joyoboyo nanti juga akan ada taman dan air mancur warna-warni, sehingga menambah keindahan Jembatan yang akan menjadi ikon baru Kota Surabaya.

Taufan Wibowo pelaksana proyek Jembatan Joyoboyo kepada Harian Merah Putih menyampaikan bahwa saat ini progress pembangunan Jembatan Joyoboyo sudah mencapai 64 persen.

Taufan menerangkan bahwa bulan ini pembangunan Jembatan Joyoboyo ditargetkan selesai 70 persen.

"Saat ini pembangunan sudah 64 persen, dan insya allah akhir bulan ini minimal sudah terlaksana minimal 70 persen," kata Taufan, Jumat (4/9/2020).

Dijelaskan Taufan saat ini pihaknya telah menyelesaikan pemasangan voided slab untuk bentang 24,6 sudah terpasang empat unit, dan selanjutnya akan terpasang enam unit.

"Saat ini voided slab bentang 24,6 sudah terpasang empat unit, dan besok rencananya akan terpasang enam unit," ujarnya.

Baca juga: Pembangunan Terowongan Penghubung TIJ dan KBS Mulai Dilaksanakan, Jalan Joyoboyo Ditutup

Taufan menambahkan bahwa pihaknya terus mengebut pekerjaan Jembatan Joyoboyo.

Namun, Taufan memastikan bahwa pekerjaan tersebut akan dilaksanakan sesuai kontrak dan spek yang telah ditentukan.

"Meskipun pekerjaan dipercepat tidak mungkin pekerjaan yang kami lakukan menyimpang, dan mengurangi mutu pekerjaan, karena kebanyakan bahannya ini precast mas, jadi sudah pasti sesuai dengan spek," jelas Taufan.

Taufan mengaku bahwa pekerjaan proyek Jembatan Joyoboyo saat ini tidak menemui halangan yang berarti.

Hanya saja menurut Taufan kendalanya ada pada pengiriman barang yang terkendala jam masuk kota Surabaya.

Baca juga: Perjuangan Dewan di Banggar untuk Masyarakat Tak Ada yang Meliput

"Kendalanya paling hanya jam masuk mobil besar yang mengirim barang kesini mas, karena kan mobil besar ada aturan jam masuk kota Surabaya, lain-lain saya rasa tidak ada kendala," terangnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono memastikan akan terus melakukan pengawasn terhadap kinerja PT Rudy Jaya dalam mengerjakan proyek Jembatan Joyoboyo.

"Komisi C akan mengawal dan turut mengawasi bersama-sama warga masyarakat kota Surabaya agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan yang merugikan warga Kota Surabaya," ujarnya.

Baktiono juga meminta peran serta masyarakat Surabaya untuk ikut bersama-sama mengawal proyek pembangunan Jembatan Joyoboyo yang menjadi proyek prestisius Walikota Surabaya Tri Rismaharini di akhir masa jabatanya.

"Segala bentuk informasi apapun (terkait proyek Jembatan Joyoboyo.red) kami membuka selebar-lebarnya dan seluas-luasnya masukan dan kritik dari warga masyarakat kota Surabaya untuk secara langsung disampaikan ke Komisi C," imbuhnya. (her)

Editor : Agiyo monseh F

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru