Ikuti Sekolah Cakada PDIP, Ini Obsesi Eri Cahyadi

harianmerahputih.id
Eri Cahyadi mengikuti Sekolah Partai Calon Kepala Daerah yang digelar DPP PDI Perjuangan secara online

MERAH PUTIH| Surabaya- Di tengah kesibukan menghadapi Pemilihan Walikota (Pilwali) Surabaya 2020, Eri Cahyadi dan Armuji masih menyempatkan diri mengikuti sekolah calon kepala daerah (Cakada) yang digelar DPP PDI Perjuangan (PDI-P). Pasangan Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Surabaya yang diusung PDI-P dan PSI mengikuti sekolah itu mulai Minggu (13/5) ini hingga Selasa (15/9) secara online.

Setelah berolah raga di depan rumahnya di kawasan Ketintang, Surabaya dan sarapan pagi, Eri Cahyadi langsung menyiapkan laptop untuk mengikuti sekolah tersebut. Sebab, sekolah ini digelar mulai pukul 08.00 WIB. Mantan Kepala Bappeko Surabaya ini memulai sekolah partai dengan mengikuti pre-test dengan menjawab berbagai pertanyaan terkait Pancasila dan kerja-kerja kerakyatan.

”Saya sangat senang DPP PDI Perjuangan menggelar sekolah partai sebagai panduan untuk menyiapkan kepala daerah yang kompeten, punya kapasitas teknokratik, adaptif terhadap perubahan zaman, dan tetap berjiwa kerakyatan dengan kekukuhan dalam menjalankan ideologi Pancasila,” kata Eri.

Dalam sekolah partai ini, lanjut Eri, disajikan berbagai best practices kebijakan prorakyat dan tata kelola pemerintahan modern berbasis digital yang bisa menjadi inspirasi untuk diterapkan dalam pembangunan saat sang calon kepala daerah terpilih dalam Pilkada.

Ia menegaskan sekolah partai PDIP ini bagian dari knowledge management (manajemen pengetahuan) khas institusi-institusi modern. Sebab sekolah ini merupakan proses sistematis untuk mendapatkan pengetahuan yang tepat, yang kemudian ditransmisikan ke seluruh calon kepala daerah sehingga bisa mendorong kemajuan daerah.

Terinspirasi dari sekolah partai ini, Eri berkeinginan menginisiasi program sekolah serupa untuk kalangan birokrat. Misalnya di tingkat Puskesmas, ada sekolah kepala Puskesmas yang bisa melibatkan praktisi kesehatan internasional. ”Dari sana kemudian ada pembudayaan inovasi. Puskesmas berlomba dalam inovasi. Ujungnya adalah peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi rakyat Surabaya,” terang birokrat yang dikenal yang ikut merancang sistem pemerintahan berbasis digital di Surabaya yang menjadi rujukan nasional.

Untuk diketahui, Pilwali Surabaya digelar 9 Desember 2020. Dipastikan Pilwali Surabaya ini hanya ada pasangan calon, yakni Eri-Cahyadi yang diusung PDIP dan PSI serta Machfud Arifin-Mujiaman yang diusung 8 parpol, yakni PKB, PKS, PAN, Demokrat, Nasdem, Golkar, Gerindra dan PPP.

Kedua pasangan calon ini akan memperebutkan suara warga Surabaya yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilwali Surabaya 2020 berjumlah 2.193.000. Para pemilih itu akan memilih di 5.161 Tempat Pemungutan Suara (TPS) tersebar di Surabaya. (red)

Editor : Ali Mahfud

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru