15 Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Surabaya Dapat Bantuan Ventilator

harianmerahputih.id
Direktur RSI Ahmad Yani Surabaya, dr Samsul Arifin (kiri) berbincang dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang disdampingi oleh Direktur RS Jiwa Menur, dr M Hafidin Ilham dan kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jatim dr. Herlin Ferliana

MERAHPUTIH I SURABAYA - Pemprov Jatim melalui Kementerian Kesehatan mendapatkan bantuan sebanyak 210 unit alat ventilator dari USAID.

Sebanyak 44 unit ventilator diantaranya dibagikan ke 15 rumah sakit rujukan covid-19 di Surabaya, Jawa Timur.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Rumah sakit yang mendapat bantuan ventilator ini adalah RSUD dr Soetomo Surabaya (6 unit), RS Katholik St Vincentius a Paulo (1 unit), RS Adi Husada Undaan Wetan (4 unit), RSUD Bhakti Dharma Husada (2 unit), RS Islam Jemursari Surabaya (2 unit), RS Premier Surabaya ( 2 unit) dan RS Husada utama (3 unit) .

Kemudian untuk RS Bhayangkara HS Samsoeri Mertojoso (4 unit), RS Manyar Medical Center (1 unit), RS Universitas Airlangga Surabaya (6 unit), RS Tk II Brawijaya (3 unit), Rumkital dr Ramelan Surabaya (3 unit), RSUD dr Mohamad Soewandhi (3 unit), RS Paru Surabaya (1 unit) dan RS Islam Surabaya (5 unit).

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, bahwa ventilator dari USAID dan juga Kemenkes ini akan terus didistribusikan secara bertahap. Ada aturan komposisi dan juga pertimbangan untuk rumah sakit yang akan mendapatkan bantuan ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Herlin Ferliana mengatakan, bahwa total ada sebanyak 210 unit alat ventilator yang dibagikan ke Jatim. Saat ini sudah ada 101 rumah sakit dari total 127 rumah sakit rujukan covid-19 Jatim yang sudah mengajukan bantuan ventilator.

Baca juga: HKTI Deklarasikan Jatim Lumbung Ternak, Inovasi Peternakan Jadi Fokus

"Yang kami setujui untuk mendapatkan ventilator adalah dilihat rasio pasien, ruang isolasi dan juga keberadaan ventilator di rumah sakit tersebut. Kemudian juga adanya dokter anastesi dan juga tenaga kesehatan yang bisa mengoperasikan ventilator," tegas Herlin. (prs-red)

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru