MERAH PUTIH | Surabaya- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya pasang target tinggi di Pemilihan Walikota (Pilwali) Surabaya 2020. Untuk memenangkan Eri Cahyadi dan Armuji, pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang diusungnya, PDIP menargetkan perolehan suara 70 persen. Ini setara dengan 1,5 juta suara dari total daftar pemilih tetap (DPT) 2.193.000. Pada Pileg 2019, PDIP mendapat 418.872 suara. Lantas, sisanya akan diperoleh dengan cara apa?
Sekedar catatan, Pilwali Surabaya digelar 9 Desember 2020 ini dipastikan hanya ada dua pasangan calon, yakni Eri-Cahyadi yang diusung PDIP dan PSI serta Machfud Arifin-Mujiaman yang diusung 8 parpol, yakni PKB, PKS, PAN, Demokrat, Nasdem, Golkar, Gerindra dan PPP.
Kedua pasangan calon ini akan memperebutkan suara warga Surabaya yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilwali Surabaya 2020 berjumlah 2.193.000. Para pemilih itu akan memilih di 5.161 Tempat Pemungutan Suara (TPS) tersebar di Surabaya.
Pada Pemilu Legislatif 2019 lalu, PDIP menjadi juara di Surabaya dengan total perolehan 418.872 suara yang menempatkan 15 wakilnya di DPRD Kota Surabaya. Jika ini menjadi acuan, maka PDIP butuh tiga kali lipat suara peroleh Pileg 2019. Sebut saja, ditambah suara PSI yang mendapat 90.758 suara di Pileg 2019, tim pemenangan Eri-Armuji masih harus kerja keras lagi.
Ketua PDIP Surabaya Adi Sutarwijono menegaskan pihaknya akan mendapat tambahan suara dengan cara gotong royong, menyusul banyaknya dukungan dari rakyat terhadap Eri-Armuji. "Gotong royong rakyat akan mengantarkan Mas Eri Cahyadi dan Cak Armuji menjadi pemimpin Surabaya ke depan. Kami targetkan 70 persen, semua kecamatan menang," ujar Ketua Adi Sutarwijono di sela Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) PDIP, Minggu (20/9/2020).
Target itu, menurut Adi, diambil setelah PDIP melihat indikator yang cukup jelas terkait popularitas dan elektabilitas Eri-Armuji di mata warga. Setelah pengumuman dan pendaftaran di KPU, dukungan kepada Eri dan Armuji terus mengalir dari rakyat.
"Dukungan itu tanpa dibuat-buat. Rakyat bergotong royong dengan semarak dan kreatif, di kampung-kampung, karena tidak ingin kemajuan dan kesejahteraan Surabaya terhenti. Mereka menyokong bersama-sama Mas Eri dan Cak Armuji," papar politisi yang akrab disapa Awi ini.
Ia menambahkan warga Surabaya adalah tipe pemilih yang rasional. Mereka melihat rekam jejak kandidat dalam membangun Surabaya, bukan kandidat yang tiba-tiba muncul karena memiliki sumber daya finansial.
"Warga tentu tidak akan memilih 'kucing dalam karung'. Warga Surabaya selalu melihat dengan kejernihan hati dan pikiran, karena ini menyangkut masa depan mereka," ujar mantan wartawan yang kini menjadi Ketua DPRD Kota Surabaya.
Awi mengatakan warga ingin, apa yang sudah sangat baik di Surabaya, dengan program dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, diteruskan dan ditingkatkan dengan inovasi-inovasi lanjutan. "Semua itu jelas akan dilakukan Eri-Armuji. Kalau calon yang lain kan belum tentu mau melanjutkan program-program Pemkot Surabaya yang sudah baik selama ini," papar dia.
Terkait survei, PDIP Surabaya dalam waktu dekat akan melakukannya untuk menyusun strategi pemenangan lanjutan. "Pekan depan ada tim independen yang turun survei," ujarnya lagi.
Sementara itu, Rakercabsus PDIP Surabaya sendiri dibuka Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, dihadiri Ketua DPP PDIP Tri Rismaharini, Ketua PDIP Jatim Kusnadi. Pertemuan fisik diikuti 70 orang di kantor DPD PDIP Jatim. Adapun pengurus lainnya dari 31 kecamatan, 896 Anak Ranting dari 1.700 RW mengikuti melalui layar monitor di Balai-Balai Pertemuan di 31 kecamatan. (rga)
Editor : Ali Mahfud