Kapolda Jatim Terus Pantau Operasi Yustisi di Daerah Rawan Covid-19

harianmerahputih.id
Kapolda Jatim Irjen Pol Fadil Imran ketika memantau Operasi Yustisi di daerah rawan penyebaran Covid-19

MERAHPUTIH | SURABAYA - Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Dr Mohammad Fadil Imran M.Si, dan Wakapolda Jawa Timur, Brigjen Pol Drs. Slamet Hadi Supraptoyo, kembali melakukan pemantauan operasi yustisi protokol kesehatan.

Kali ini Kapolda Jatim memantau operasi yustisi di Jalan Tambak Sari Surabaya, tepatnya di depan Stadion 10 November Surabaya dan di wilayah Jembatan Suramadu.

Baca juga: Operasi Zebra Semeru 2025 Digelar: Janji Ketertiban di Jalan, Realita Masih Menguji

Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres), Nomor 6 Tahun 2020 dan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 54 Tahun 2020. Tentang protokol kesehatan dalam mencegah dan mengendalikan Covid-19 di Jawa Timur.

Selain pelanggar yang tidak menggunakan masker, masyarakat yang bergerombol di pasar malam Gelora 10 November atau Taman Mundu, juga di kenakan sanksi denda, sesuai dengan Perda nomor 2 tahun 2020.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan bahwa kegiatan ini akan terus dilakukan secara continue selama masa pandemi.

Baca juga: Musim Berganti, Jatim Bersiap: Ribuan Pasukan Gabungan Siaga Tanggap Darurat

Masyarakat dihimbau kepada untuk menggelorakan Jatim bermasker.

"Kita sudah gelorakan Jatim bermasker, sudah jutaan masker oleh Forkopimda Jatim diberikan kepada masyarakat, dan juga sudah sosialisasi, edukasi, mari kita sama-sama sadar, sama-sama berpartisipasi dan sama-sama memberikan dan mengingatkan, gotong royong guna mencegah penyebaran Covid-19," kata Kabid Humas Polda Jatim, Minggu (20/9/2020).

Baca juga: Khofifah dan Wamendagri Kompak di Surabaya: Aktifkan Siskamling, Perangi Narkoba, dan Perkuat Ketahanan Pangan

Trunoyudo menambahkan, untuk daerah yang menjadi sasaran dan perlu dilakukan operasi yustisi, sesuai dengan data yang terkonfirmasi banyaknya pasien positif covid-19.

"Sasaran kita mengacu pada data, apabila disitu merupakan wilayah yang clusternya ada dan kemudian terkonfirmasinya tinggi tentu kita lakukan intervensi dengan melakukan edukasi, preventif, dan juga penindakan," jelasnya. (*)

Editor : Agiyo monseh F

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru